60 Juta Warga Indonesia Belum Terhubung Internet, Pemerintah Hadapi Tantangan Besar

Jakarta — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Meskipun berbagai program telah dijalankan, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 60 juta masyarakat Indonesia masih belum terkoneksi internet.

Program Pemerataan Akses Internet

Untuk mengatasi kesenjangan digital, pemerintah telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk pembangunan infrastruktur digital di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, meskipun ada upaya signifikan, tantangan besar tetap ada dalam memastikan akses internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Tantangan Infrastruktur dan Sosial

Selain kendala teknis, faktor sosial dan ekonomi turut mempengaruhi akses masyarakat terhadap internet. Beberapa daerah masih menghadapi keterbatasan dalam hal infrastruktur dan sumber daya manusia yang dapat mendukung penggunaan teknologi digital secara optimal.

Langkah Pemerintah ke Depan

Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan meningkatkan literasi digital di masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, diharapkan kesenjangan digital dapat diminimalkan dan akses internet dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Warga Bekasi Mendesak Pengerukan Kali Bekasi Antisipasi Banjir

BEKASI – Warga Kota Bekasi mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pengerukan Kali Bekasi guna mengantisipasi potensi banjir. Permintaan ini muncul seiring dengan penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemkot Bekasi, yang berlaku hingga akhir Agustus 2025, sebagai respons terhadap potensi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Menurut warga, sedimentasi yang terjadi di Kali Bekasi menyebabkan penyempitan aliran sungai, sehingga air mudah meluap saat hujan deras. Hal ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, seperti yang terjadi di Kelurahan Margahayu pada Juli 2025, di mana luapan Kali Bekasi merendam 70 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Warga berharap agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai, termasuk pengerukan dan perbaikan tanggul, untuk mencegah terjadinya banjir serupa di masa mendatang. Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan pemantauan rutin terhadap kondisi Kali Bekasi untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat menghambat aliran air.

Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat segera merespons permintaan warga dengan melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan Kali Bekasi, guna mengurangi risiko bencana banjir yang dapat merugikan masyarakat.