Kak Seto Alami Stroke Ringan, Jadi Pengingat Pentingnya Deteksi Dini

Jakarta – Psikolog anak yang dikenal luas, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, mengungkap bahwa dirinya baru saja didiagnosis mengalami stroke ringan (mild stroke) dan kini sedang menjalani perawatan intensif.

Menurut keterangan yang dirilis melalui akun media sosialnya, gejala awal muncul sekitar 20 Oktober 2025 ketika ia merasakan pusing mendadak dan kondisi “linglung” tiba-tiba. Karena awalnya mengira sekadar kelelahan, ia mencoba istirahat terlebih dahulu. Namun kondisi tak membaik hingga akhirnya menjalani pemeriksaan medis lengkap pada tanggal 24 Oktober.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami stroke ringan yang menyerang fungsi kognitif, bukan pengaturan gerak atau neurologis yang melumpuhkan anggota tubuh. “Syukurnya, jantung saya masih sehat. Dokter menyebut penyebabnya adalah kekentalan darah, bukan gangguan jantung,” ujar Kak Seto.

Latar Belakang: Apa Itu Stroke Ringan?

Stroke ringan atau yang juga dikenal sebagai mild stroke adalah kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan otak akibat gangguan aliran darah ke otak, namun dampaknya tidak seberat stroke penuh dan biasanya masih memungkinkan pemulihan yang baik—termasuk ketika aktivitas motorik belum banyak terganggu.

Meski demikian, kondisi ini bukanlah hal remeh: stroke ringan sering kali menjadi “peringatan” atau sinyal risiko awal untuk stroke yang lebih berat di masa mendatang.

Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan

Menurut para dokter saraf, beberapa poin penting yang jadi sorotan:

  • Gejala bisa muncul secara mendadak, seperti pusing hebat, linglung, atau kesulitan konsentrasi, meski tidak disertai kelumpuhan tubuh.
  • Penanganan segera sangat penting: pemeriksaan seperti MRI, EKG, dan tes darah, bisa membantu mengetahui tingkat kerusakan dan memulai pengobatan lebih awal. Kasus Kak Seto menunjukkan pendekatan tersebut dilakukan.
  • Pemulihan biasanya melibatkan istirahat total, modifikasi gaya hidup, pengaturan tekanan darah, antikoagulan atau pengencer darah jika diperlukan, serta rehabilitasi kognitif.

Pesan Kak Seto untuk Publik

Lewat unggahannya, Kak Seto menyampaikan sejumlah pesan penting:

  • “Mulai hidup sehat dari sekarang karena akan sangat membantu di masa tua nanti.”
  • Tidak menganggap dirinya kebal: meski menjalani pola hidup sehat, ia tetap mengalami kondisi medis yang serius—menunjukkan bahwa faktor lain (seperti kekentalan darah) juga punya peran.
  • Mengajak masyarakat untuk peka terhadap sinyal tubuh dan tidak menunda pemeriksaan bila muncul gejala yang mencurigakan.
Stroke Ringan Tak Boleh Diabaikan, Tindakan Cepat Bisa Selamatkan Otak

Jakarta — Meskipun sering disebut sebagai “ringan”, kondisi medis seperti Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan sebenarnya merupakan sinyal serius bahwa otak sedang dalam bahaya. Ahli kesehatan memperingatkan bahwa ketika tanda‑tandanya muncul, reaksi cepat bisa membuat perbedaan besar antara pemulihan penuh atau kecacatan jangka panjang.

Serangan stroke ringan umumnya berlangsung hanya sebentar — beberapa menit hingga kurang dari 24 jam — dan seringkali membaik sendiri. Namun, ini bukan alasan untuk menundanya. Studi menunjukkan bahwa satu dari tiga orang yang pernah mengalami TIA atau stroke ringan akan terserang stroke yang lebih berat dalam waktu dekat jika tidak ditangani.

Beberapa gejala yang wajib diwaspadai meliputi:

  • Wajah mendadak “terkulai” di salah satu sisi ketika tersenyum.
  • Salah satu lengan atau kaki terasa lemas atau mati rasa.
  • Bicara tiba‑tiba cadel atau tak jelas, atau sulit memahami kata.
  • Pandangan kabur atau salah satu mata kehilangan penglihatan secara mendadak.
  • Kehilangan keseimbangan atau pusing parah tanpa sebab jelas.

Karena “waktu adalah otak”, para pakar menekankan untuk tidak menunggu hingga gejala hilang sendiri. Segera hubungi layanan darurat atau bawa ke rumah sakit yang mampu menangani stroke ketika gejala muncul.

Selain itu, pencegahan menjadi kunci agar tidak sampai mengalami serangan terlebih dahulu. Beberapa langkah yang sangat dianjurkan antara lain mengontrol tekanan darah tinggi, menjaga kadar gula dan kolesterol, berhenti merokok, rutin bergerak, serta mengonsumsi makanan sehat.

Dengan pemahaman yang lebih baik, gejala “ringan” ini bukanlah hal yang bisa diabaikan. Justru, momen inilah yang bisa menjadi kesempatan terbaik untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut — jika segera bertindak.