Prabowo Siapkan Rapat Khusus Bahas Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah akan menggelar rapat khusus untuk menuntaskan pembahasan mengenai utang dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, alias Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Pernyataan ini muncul setelah sebuah rapat terbatas pada Rabu malam (29 Oktober 2025) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Meski belum dibahas secara mendalam dalam rapat yang berlangsung sore hingga malam itu, Airlangga memastikan topik restrukturisasi utang KCJB akan dibahas secara khusus di kalangan kabinet. “Akan ada pembahasan khusus,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa negara tidak akan menanggung utang kereta cepat melalui APBN. Purbaya menekankan bahwa entitas seperti BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) seharusnya memikul beban pembayaran.
Proyek KCJB dikelola melalui konsorsium KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) dengan komposisi saham 60 % dari pihak Indonesia (melalui PSBI — Pilar Sinergi BUMN Indonesia) dan 40 % dari pihak China. Pendanaan proyek ini sebagian besar berasal dari pinjaman luar negeri (~75 %) dan sisanya melalui ekuitas (~25 %).
Rapat mendatang dipandang penting karena akan menentukan opsi pembiayaan — apakah utang akan tetap ditangani oleh konsorsium atau melibatkan dana negara. Keputusan ini juga berdampak pada risiko fiskal yang sebelumnya dijadikan pertimbangan pemerintah.

