BPJS Kesehatan Pastikan Tak Ada Batas Biaya untuk Perawatan Pasien DBD

Jakarta — Menanggapi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang semakin marak di sejumlah daerah, BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) kembali menegaskan bahwa tidak diberlakukan plafon biaya dalam penanganan pasien DBD yang terdaftar di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa beban perawatan DBD sangat bervariasi—mulai dari rawat jalan hingga rawat inap—namun seluruh kebutuhan medis sesuai indikasi tetap dijamin tanpa batasan nominal untuk peserta aktif.

Menurut data yang dipaparkan, pada paruh pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 166.665 peserta JKN menderita DBD, dengan lebih dari setengah di antaranya berusia di bawah 20 tahun. Ghufron mengatakan bahwa rata-rata biaya rawat jalan mencapai sekitar Rp 200.000–300.000, sementara rawat inap bisa sebesar Rp 4,5 juta per orang, tergantung tingkat keparahan.

Dengan kondisi tersebut, kebijakan tanpa plafon dimaksudkan agar penanganan pasien tidak terkendala karena anggaran dan prosedur klaim serta kebutuhan medis dapat terpenuhi dengan tepat waktu. BPJS menyebut bahwa pembayaran klaim rumah sakit kini dilakukan secara maksimal dalam 14 hari kerja setelah verifikasi secara digital.

Meski demikian, pihak BPJS mengingatkan agar peserta memastikan keanggotaan aktif dan prosedur rujukan dipenuhi—termasuk melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terlebih dahulu, kecuali dalam kondisi gawat darurat—agar layanan dijamin.

Kementerian Kesehatan sebelumnya juga menegaskan bahwa pengobatan DBD baik rawat jalan maupun inap memang termasuk layanan yang dijamin oleh JKN melalui BPJS Kesehatan.

Dengan kebijakan ini, diharapkan masyarakat tidak khawatir akan dibebani biaya besar jika seorang anggota keluarga dirawat karena DBD — terlebih saat musim hujan atau kondisi iklim yang memicu penyebaran virus dengue. Pemerintah dan BPJS pun mendorong upaya bersama, baik dari aspek pengendalian vektor (nyamuk) maupun akses layanan yang cepat dan tepat.