Radja Nainggolan Kritik Tajam Roberto Martínez: Sebut Pelatih yang Buruk untuk Timnas Belgia
Mantan gelandang tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, melontarkan kritik keras terhadap kepelatihan Roberto Martínez, yang menurutnya menjadi salah satu faktor kegagalan generasi emas Belgia mencapai gelar besar.
Dalam wawancara terbaru, Nainggolan mengungkap bahwa ia merasa potensi tim Belgia yang diperkuat pemain-pemain top dunia — seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku — tidak mampu dieksekusi secara maksimal lantaran skema permainan yang ia anggap “hampa”. “Dia bukan pakar sepak bola, dia pelatih yang sangat buruk,” tegas Nainggolan.
Menurut Nainggolan, di bawah Martínez tim “Red Devils” kerap mengandalkan aksi individu pemain besar tanpa kerangka taktis yang jelas. “Tidak ada taktik atau strategi. Ketika kami dalam kesulitan, yang ada hanya umpan ke Hazard, atau ke De Bruyne, atau ke Lukaku. Tidak pernah ada gaya, tidak pernah ada taktik.”
Lebih lanjut, Nainggolan merasa bahwa kesempatan untuk memperkuat Timnas Indonesia akan memberinya penghargaan dan apresiasi yang ia rasakan tidak didapatkan saat memperkuat Belgia. “Hari ini, saya berkata pada diri sendiri bahwa saya lebih suka bermain untuk Indonesia, karena rasa hormat yang akan mereka berikan kepada saya,” ujarnya.
Kritik ini menyentuh bukan hanya performa tim, tetapi juga filosofi kepelatihan dan arah pengembangan tim nasional Belgia. Pernyataan Nainggolan kemungkinan akan memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola mengenai peran pelatih dalam mengoptimalkan talenta individu menjadi sebuah sistem tim yang kohesif.

