Nikita Mirzani Menangis di Persidangan, Minta Hakim Beri Vonis yang Adil

Jakarta, Kamis 23 Oktober 2025 — Suasana haru menyelimuti ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ketika artis Nikita Mirzani menahan tangis di tengah proses persidangannya dalam kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Di depan majelis hakim, Nikita bukan hanya menyampaikan keberatan atas dakwaan yang membebaninya, tapi juga mengungkap kerinduannya terhadap anak-anaknya dan harapan agar putusan nanti dapat berlangsung secara adil.

Dalam pembacaan eksepsi, Nikita menegaskan bahwa ia bukan pelaku kejahatan besar, seperti yang sering diberitakan, sambil merujuk pada fakta bahwa tuduhan yang dilayangkan kepadanya berasal dari urusan bisnis—bukan pemerasan. Anak-anaknya, yang selama ini kerap bersama Nikita, menjadi alasan emosional utama saat ia memohon doa dan pengertian agar sang ibu tetap kuat menghadapi dinginnya proses hukum.

Tak hanya itu, Nikita juga menyampaikan harapannya bahwa majelis hakim akan menjatuhkan putusan dengan penuh keadilan — bukan hanya berdasarkan tekanan media atau opini publik tetapi fakta dan bukti yang utuh. Dalam catatan, ia bahkan melaporkan dugaan adanya permainan di balik vonis hakim dan jaksa, yang kini tengah ditelaah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, dari sisi persidangan, majelis hakim sempat menolak permohonan penangguhan penahanan Nikita, sehingga ia tetap menjalani proses dari dalam tahanan. Hal ini menambah beban emosional bagi Nikita yang mengaku sulit memberikan nafkah secara normal sebagai pekerja sekaligus ibu tunggal.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa selain aspek hukum, aspek kemanusiaan dan sosial turut menjadi sorotan—bagaimana seorang figur publik menghadapi pergulatan hak, reputasi, keluarga, dan harapan publik dalam satu persidangan yang berjalan lambat dan penuh dinamika.