Pramono Dorong Pekerja Migran Asal DKI Jakarta Masuk Pasar Kerja Negara Maju

Jakarta — Dalam pertemuan dengan jajarannya, Pramono Anung menyoroti peluang besar bagi warga ­‐ terutama dari provinsi ­‐ DKI Jakarta untuk mengisi pasar kerja di luar negeri. Ia menegaskan bahwa menempatkan tenaga kerja ke “negara maju” menjadi bagian dari strategi untuk memanfaatkan kompetensi lokal sekaligus mengurangi tekanan pengangguran domestik.

Menurut Pramono, Jakarta memiliki karakteristik yang membedakannya dari wilayah lainnya — infrastruktur pelatihan kerja, akses ke pendidikan vokasi dan bahasa asing, hingga jaringan pencari kerja yang sudah lebih siap. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjajaki skema penempatan ke luar negeri secara terencana.

Langkah ini sejalan dengan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang mencatat peningkatan besar penempatan pekerja migran asal Indonesia, dan membuka peluang ke kawasan Eropa serta Asia Barat.

Pramono mendorong agar calon pekerja dari Jakarta mendapatkan pelatihan tambahan — termasuk peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi keahlian, serta orientasi kerja di negara tujuan — agar siap bersaing di pasar global.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa penempatan luar negeri harus dilakukan dengan mekanisme yang benar supaya tidak jatuh ke praktik kerja tak layak atau bahkan eksploitasi. Oleh sebab itu, Pramono menyebut bahwa kerja sama pemerintah pusat dan daerah juga harus memperkuat sistem pelindungan, registrasi resmi, serta jaminan sosial bagi pekerja yang akan ke luar negeri.

Dengan skema yang matang, Pramono berharap bahwa warga Jakarta bisa menjadi bagian dari “duta tenaga kerja” Indonesia di lintas negara maju — bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai tenaga profesional yang membawa nilai tambah. Pemerintah pun akan terus memetakan negara-negara mitra yang memiliki kebutuhan nyata akan tenaga kerja dari Indonesia.