Prabowo Subianto Undang Sufmi Dasco ke Kediaman Bahas Situasi Nasional

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang digelar di kediaman pribadi Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Dasco mengatakan bahwa undangan tersebut berkaitan dengan pembahasan berbagai tantangan nasional yang tengah dihadapi pemerintah.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Dasco usai pertemuan, pembicaraan berlangsung dalam suasana informal namun penuh substansi, di mana Prabowo mengajak Dasco untuk memahami secara lebih mendalam kondisi dalam negeri, baik dari sisi politik, keamanan, maupun dinamika ekonomi. Meski Dasco tidak memerinci poin‑poin pembicaraan secara rinci, ia menekankan bahwa inti dari diskusi adalah memastikan “kerangka kebijakan yang kokoh” untuk merespon perkembangan nasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah menghadapi sejumlah isu kunci—termasuk stabilitas pangan, ketahanan energi, hingga situasi global yang berdampak pada Indonesia. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah koordinasi internal yang memperkuat dialog antar­pihak pemerintahan dan legislatif.

Sufmi Dasco hanya menyebut bahwa Presiden meminta agar DPR dan partai pendukung pemerintahan tetap “selaras” dan siap mendukung agenda strategis nasional. “Kami diminta untuk bersama‑sama menjaga komitmen, responsif terhadap kondisi rakyat, serta memperkuat sinergi antar lembaga,” ujar Dasco usai bertemu Prabowo.

Karena sifatnya tertutup dan informal, belum ada pernyataan resmi tertulis yang dirilis pihak Istana atau Partai Gerindra mengenai detil agenda pembicaraan. Namun pertemuan ini menguatkan sinyal bahwa Presiden ingin mempererat komunikasi dengan parlemen lewat jalur partai koalisi dan pimpinan DPR untuk memperkuat stabilitas pemerintahan ke depan.

InJourney Siapkan Pahlawan Lokal untuk Dongkrak Kualitas SDM Pariwisata Nasional

Jakarta – Dalam upaya memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, InJourney meluncurkan inisiatif strategis bernama InJourney Hospitality House (IHH) yang menitik-beratkan pada pembekalan kapabilitas layanan dan pengembangan sumber daya manusia di destinasi wisata prioritas. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga membentuk “pahlawan lokal” atau local heroes yang kemudian menjadi agen perubahan di komunitas wisata.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari mencakup modul-modul seperti sikap pelayanan, komunikasi dengan wisatawan, kebersihan produk dan lingkungan, serta tampilan diri yang profesional menurut standar pariwisata internasional. Para peserta adalah pelaku usaha lokal—pedagang, sopir rental, pengelola homestay, kelompok sadar wisata—yang berada di kawasan destinasi unggulan seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

Kunci dari program ini adalah model “pelatihan oleh pahlawan lokal”: para local heroes yang merupakan putra-daerah berprestasi diberi pelatihan untuk kemudian mentransfer pengetahuan ke komunitas mereka. Melalui pendekatan ini, InJourney berharap efek jangka panjang, bukan hanya peningkatan skill satu-kali.

Tahun 2024 dilaporkan sebanyak 3.768 peserta telah mengikuti pelatihan IHH melalui 61 batch di 18 kabupaten/kota. Tahun 2025 sudah berjalan beberapa batch awal di Labuan Bajo, Danau Toba dan Borobudur.

Menurut Direktur SDM & Digital InJourney, program ini juga selaras dengan agenda pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi pariwisata serta memperkuat SDM unggul menuju visi jangka panjang seperti “Indonesia Emas 2045”.

Dengan demikian, langkah InJourney bukan hanya sekadar mengadakan pelatihan biasa — melainkan membangun ekosistem SDM wisata lokal yang lebih tangguh, siap bersaing, dan mampu mengangkat kualitas destinasi secara berkelanjutan.

Santri Ar-Rohmah Dau Berprestasi di Arena Basket Nasional

Di tengah kesibukan rutinitas pesantren, santri Pondok Pesantren Ar-Rohmah Dau, Malang, menunjukkan prestasi gemilang di dunia olahraga basket. Mereka berhasil menembus kompetisi basket tingkat nasional, membuktikan bahwa dedikasi dan disiplin di pesantren tidak menghalangi untuk berprestasi di bidang lain.

Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa pendidikan agama dan olahraga dapat berjalan seiring, menghasilkan individu yang berprestasi secara holistik.