Debut MMA di Asian Youth Games 2025, PB Pertacami Targetkan Indonesia Jadi Kekuatan Baru Asia

Jakarta, 23 Oktober 2025 — Cabang olahraga tarung bebas antar-gaya (MMA) bakal mencuri sorotan dalam ajang Asian Youth Games 2025 di Bahrain — dan untuk tim muda Indonesia, momen ini sekaligus menjadi kesempatan emas untuk menegaskan ambisi di pentas internasional. Organisasi nasional PB Pertacami (Persatuan Tarung Campuran Indonesia) telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi debut “mixed martial arts” dalam kalender multi-event Asia ini, demi memperkuat pijakan Indonesia di dunia MMA amatir.

Langkah persiapan telah dimulai jauh sebelum October. PB Pertacami menggandeng akademik olahraga, termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ), untuk membangun pelatihan terpadu sejak awal tahun—mulai dari teknik bertarung, kondisi fisik, strategi, hingga aspek mental dan karakter atlet. Dengan sinergi penuh bersama kementerian terkait, federasi ingin memastikan atlet muda Indonesia tidak hanya tampil, tetapi bersaing.

Ajang kualifikasi sebelumnya, yakni 1st AMMA Asian Youth Championships 2025 di Manama, Bahrain, telah menunjukkan hasil positif bagi Indonesia: dari tujuh atlet muda yang turun, empat medali berhasil diraih — satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, mengatakan bahwa pencapaian ini bukan semata pengumpulan medali, tapi bagian dari “proses panjang menuju pengakuan MMA sebagai cabang unggulan di Asia”.

Dalam Asian Youth Games nanti, MMA akan mendapat perhatian sebagai salah satu cabang yang baru dan dinamis. Untuk Indonesia, harapannya adalah bukan hanya dapat membawa pulang medali, tetapi juga memperkuat platform pembinaan atlet muda—membuka jalan untuk event multievent lain seperti Youth Olympic Games 2026 dan bahkan menuju level senior.

Namun, tantangan masih cukup besar: tingkat persaingan di Asia sangat ketat, banyak negara telah lama membina MMA amatir mereka. PB Pertacami menekankan pentingnya keberlanjutan program, ketersediaan pelatih internasional, serta mekanisme seleksi dan pemantauan performa yang transparan. “Kami ingin Indonesia bukan hanya peserta, tetapi kekuatan yang diperhitungkan,” tambah Tommy.

Dengan persiapan matang, dukungan lembaga dan publik, serta semangat para atlet muda, Indonesia kini berada di titik penting — dimana debut resmi MMA di Asian Youth Games bisa menjadi tonggak sejarah bagi pembinaan tarung campuran dalam negeri.