Bandung — Setelah periode yang penuh kegagalan bersama Tim Nasional Indonesia, gelandang dan kapten Persib Bandung, Marc Klok, menunjukkan kebangkitan signifikan dalam kariernya di tingkat klub. Ia kini menegaskan bahwa kepercayaan diri, kepemimpinan, dan fokus jangka panjang menjadi kunci bangkitnya dan juga kebangkitan tim.
Pada kompetisi sebelumnya bersama Timnas, Klok mengalami tekanan dan hasil yang mengecewakan, termasuk kegagalan lolos ke turnamen besar serta performa individu yang tidak sesuai harapan. Namun di Persib, ia berhasil membalikkan keadaan. Ia menyebut bahwa “kepercayaan dari pelatih, suporter, dan rekan satu tim” menjadi fondasi perubahan performa.
Sebagai kapten, Klok melakukan lebih dari sekadar mengatur permainan di lapangan — ia menjadikan suasana tim sebagai fondasi, membangun komunikasi antar pemain, dan menjaga mental seluruh skuad ketika Persib sempat tercecer dari posisi serius juara. “Kita harus bangkit… hasil mengecewakan sudah terjadi, sekarang waktunya bangkit,” ujarnya menanggapi kekalahan Persib beberapa waktu lalu.
Hasilnya terlihat jelas: Persib berhasil meraih gelar juara liga secara berturut-turut (back to back) dan Klok menjadi jantung dari pencapaian tersebut. Di sisi pribadi, ia juga memperpanjang kontraknya hingga 2027 sebagai bentuk komitmennya terhadap klub dan proyek panjang yang sedang dibangunnya bersama manajemen dan suporter.
Bagi Klok, momen “jatuh” bersama Timnas adalah pelajaran penting: bahwa keahlian teknis saja tidak cukup tanpa kepemimpinan dan mental yang tangguh. Kini, dengan mindset baru dan situasi yang lebih stabil di klub, ia yakin sepak bolanya — dan Persib — akan semakin tangguh menghadapi kompetisi domestik dan internasional.
Sebagai catatan, Klok pun menegaskan bahwa proses bangkit bukan instan. Ia mengatakan bahwa membangun konsistensi, memperbaiki aspek taktik dan fisik, serta menjaga mental tim adalah tiga pilar yang ia pegang untuk menjaga momentum keberhasilan Persib saat ini.