Mayapada Medical Center Kuningan Resmi Dibuka, Hadirkan Klinik Olahraga dan Layanan Kesehatan Lengkap

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Mayapada Medical Center Kuningan resmi dibuka sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi yang menawarkan berbagai fasilitas medis modern. Terletak di kawasan strategis Jakarta Selatan, pusat medis ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat urban dengan pendekatan yang holistik dan berbasis teknologi.

Fasilitas unggulan di Mayapada Medical Center Kuningan mencakup klinik olahraga, pusat rehabilitasi, serta layanan kesehatan preventif dan kuratif. Klinik olahraga menyediakan layanan untuk pencegahan dan penanganan cedera olahraga, serta program kebugaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pusat rehabilitasi menawarkan terapi fisik dan okupasi untuk membantu pemulihan pasien pasca-cedera atau operasi. Selain itu, layanan kesehatan preventif seperti pemeriksaan kesehatan berkala dan skrining penyakit juga tersedia untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat.

Dengan hadirnya Mayapada Medical Center Kuningan, diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat Jakarta Selatan terhadap layanan kesehatan berkualitas tinggi. Pusat medis ini juga menjadi bagian dari komitmen Mayapada Healthcare Group dalam memperluas jaringan layanan kesehatan premium di Indonesia.

Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Iuran Peserta Dijamin Tak Naik hingga 2026

Pemerintah melalui BPJS Kesehatan dan Kementerian Keuangan RI menyatakan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 triliun untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional pada tahun 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana ini bukan sekadar untuk melunasi tunggakan semata, melainkan sebagai upaya memperkuat keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional — sembari mendorong perbaikan tata kelola dan efisiensi dalam BPJS Kesehatan.

Ia menyoroti beberapa praktik dan regulasi yang dinilai kurang relevan saat ini — misalnya kewajiban rumah sakit memiliki 10 % ventilator yang pada masa pasca-pandemi dianggap sudah tidak sepadan dengan kondisi saat ini — serta menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi yang lebih optimal untuk mendeteksi klaim yang tidak wajar.

Di sisi lain, tambahan anggaran ini diharapkan menjadi bantalan agar iuran peserta BPJS Kesehatan tidak perlu dinaikkan dalam waktu dekat. Menteri Purbaya menyatakan bahwa hingga pertengahan 2026, beban iuran bagi peserta dipertahankan.

Namun demikian, pemerintah juga memberi catatan tegas: dukungan fiskal yang besar hendaknya diiringi dengan reformasi. BPJS Kesehatan diminta untuk meningkatkan efisiensi, mengelola program dengan lebih tepat sasaran, dan memanfaatkan sistem teknologi yang ada — termasuk integrasi seluruh sistem IT di seluruh Indonesia dan penggunaan AI agar klaim-klaim yang tidak semestinya bisa dipangkas.

Lebih jauh, langkah ini dimaknai sebagai bagian dari arah kebijakan jaring pengaman sosial yang lebih luas, di mana negara mengambil tanggung jawab lebih besar agar masyarakat — terutama mereka yang rentan — tidak terbebani oleh kenaikan premi atau iuran jaminan kesehatan.

Meski demikian, sejumlah pengamat mencatat bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal dana, melainkan keberlanjutan sistem — bagaimana BPJS Kesehatan mampu menyesuaikan regulasi, meningkatkan layanan, dan menjaga agar manfaat bagi peserta tetap maksimal tanpa menimbulkan tekanan fiskal yang berlebihan.

BPJS Kesehatan Hapus Tunggakan bagi Peserta yang Pindah Komponen, Pemerintah Pastikan Tepat Sasaran

Jakarta — Pemerintah kini tengah mengevaluasi kebijakan penghapusan tunggakan iuran di BPJS Kesehatan sebagai langkah strategis untuk mengaktifkan kembali peserta yang selama ini terhambat aksesnya karena tunggakan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyebut bahwa fokus kebijakan ini adalah pada peserta yang telah berpindah komponen kepesertaan — misalnya dari segmen mandiri ke segmen penerima bantuan iuran (PBI) — namun masih tercatat memiliki tunggakan lama.

Menurut Ali Ghufron, pemutihan akan diberikan dengan syarat tepat sasaran, yakni hanya kepada kelompok peserta yang benar-benar tidak memiliki kemampuan finansial dan telah dialihkan statusnya menjadi PBI berdasarkan data resmi seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).Dia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan merusak arus kas BPJS Kesehatan asalkan implementasinya terukur dan terverifikasi.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) memberi catatan penting agar pemutihan tunggakan tetap mengedepankan prinsip keadilan sosial. Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, mengingatkan agar peserta yang selama ini taat bayar iuran tidak merasa dirugikan oleh kebijakan ini.

Besaran tunggakan yang menjadi target pemutihan dilaporkan telah melampaui angka Rp 10 triliun untuk lebih dari 23 juta peserta yang tercatat menunggak.Pemerintah akan mengevaluasi secara menyeluruh mekanisme dan syarat penerapan agar penghapusan tunggakan ini dapat menjadi insentif bagi peningkatan kepatuhan dan tidak menurunkan disiplin pembayaran iuran.

Dengan langkah ini, diharapkan peserta yang selama ini berhenti aktif karena tunggakan dapat kembali mengakses layanan kesehatan melalui skema kepesertaan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonominya, serta memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional agar lebih inklusif dan berkelanjutan.

Wamendagri Tegaskan Peran Penting Dinas Kesehatan dalam Program MBG dan Pengendalian Tembakau

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan pentingnya peran Dinas Kesehatan dalam mendukung berbagai program kesehatan nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan tuberkulosis (TBC), stunting, dan pengendalian tembakau. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu aspek krusial dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan.

“Negara maju dalam 20 tahun ke depan tidak mungkin tercapai jika masih banyak pekerjaan rumah terkait faktor manusia, termasuk kesehatan, yang belum terselesaikan,” ujar Bima Arya dalam Pelatihan dan Lokakarya Nasional Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) di Solo, Jawa Tengah, pada Selasa (21/10).

Bima mengajak seluruh Kepala Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengawal dan meningkatkan kualitas program MBG. Ia meyakini bahwa MBG tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga dapat membangun ekosistem ekonomi baru di masyarakat.

Selain itu, Bima juga menyoroti pentingnya pengendalian tembakau sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap Dinas Kesehatan dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan kebijakan dan program yang mendukung pengendalian tembakau di daerah masing-masing.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program-program kesehatan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Tips Menjaga Kesehatan Tulang Anak Sejak Dini ala Dokter Spesialis

Kesehatan tulang anak merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Menurut dr. Frida Soesanti, SpA(K), PhD, dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, menjaga kesehatan tulang sejak dini sangat krusial untuk mencegah masalah kesehatan tulang di masa depan.

1. Asupan Nutrisi yang Tepat

Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi utama yang diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang yang sehat. Kalsium dapat ditemukan dalam produk susu, sayuran hijau, dan ikan, sementara vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari pagi dan makanan seperti ikan berlemak dan kuning telur. Kekurangan kedua nutrisi ini dapat menghambat pertumbuhan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

2. Aktivitas Fisik yang Cukup

Aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan bermain bola dapat merangsang pembentukan tulang yang kuat. Dr. Frida menyarankan agar anak-anak melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari untuk mendukung kesehatan tulang mereka.

3. Paparan Sinar Matahari yang Sehat

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Namun, penting untuk membatasi paparan sinar matahari langsung pada siang hari untuk mencegah kerusakan kulit. Dr. Frida menyarankan agar anak-anak berjemur selama 10 hingga 15 menit setiap pagi sebelum jam 9 untuk mendapatkan manfaat vitamin D tanpa risiko kerusakan kulit.

4. Hindari Kebiasaan Buruk

Kebiasaan seperti merokok dan konsumsi kafein berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Dr. Frida menekankan pentingnya menghindari kebiasaan buruk ini untuk menjaga kesehatan tulang anak.

5. Pemeriksaan Rutin

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan tulang sejak dini. Dr. Frida menyarankan agar orang tua membawa anak-anak mereka untuk pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal.

Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan anak-anak dapat memiliki tulang yang kuat dan sehat, mendukung aktivitas mereka sehari-hari, dan mencegah masalah kesehatan tulang di masa depan.

Gigi Ompong Bisa Jadi Tanda Kondisi Kesehatan Tubuh

Jakarta – Kehilangan gigi permanen atau gigi ompong tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga bisa menjadi indikator penting terhadap kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut dr. Rizzky Anugerah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, pencabutan gigi, termasuk gigi bungsu dan impaksi, ditanggung oleh BPJS Kesehatan jika sesuai dengan indikasi medis yang diberikan oleh dokter pemeriksa. Namun, kehilangan gigi permanen pada orang dewasa dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gigi copot pada orang dewasa antara lain penyakit gusi, diabetes, osteoporosis, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, faktor gaya hidup seperti merokok dan kebiasaan menggertakkan gigi juga dapat meningkatkan risiko kehilangan gigi.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan menyikat gigi secara teratur, menghindari merokok, dan menjalani pemeriksaan gigi secara rutin. Jika mengalami kehilangan gigi permanen, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Pakar Kesehatan: Uji Kualitas Air untuk Masak MBG Lebih Penting daripada Jenis Air

Jakarta – Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya pengujian kualitas air yang digunakan untuk memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keamanan air harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar memilih antara air galon atau bukan.

Tjandra, yang juga akademisi Universitas YARSI, menjelaskan bahwa air yang digunakan dalam proses memasak harus bebas dari kontaminan berbahaya seperti bakteri E. coli dan zat kimia berbahaya lainnya. Ia menambahkan bahwa meskipun air galon umumnya telah melalui proses penyaringan, tidak ada jaminan bahwa sumber airnya selalu aman, terutama di daerah dengan kualitas air baku yang kurang baik.

“Yang paling ideal adalah airnya itu dites. Air galon atau air apapun juga airnya itu dites, apakah air itu ada kandungan bahan berbahaya ada kandungan bakteri E. coli, itu yang paling ideal,” ujar Tjandra setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Ia juga menekankan bahwa beberapa daerah memiliki kualitas air sumur yang baik dan layak digunakan untuk memasak, asalkan telah melalui proses pengujian yang memadai. “Bukan masalah (air) galon, kalau air dari mana pun kalau hasilnya bagus ya oke-oke aja,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan agar seluruh SPPG menggunakan air galon untuk memasak MBG. Ia menyebutkan bahwa penggunaan air galon yang telah bersertifikat dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan akibat kualitas air yang buruk.

Namun, Tjandra menegaskan bahwa fokus utama harus pada pengujian kualitas air, bukan pada jenis air yang digunakan. Ia berharap agar kebijakan yang diambil dapat memastikan bahwa air yang digunakan dalam memasak MBG aman dan tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Lewat Prolanis, BPJS Kesehatan Tekan Beban Biaya Penyakit Kronis

Jakarta – Dengan semakin meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM), BPJS Kesehatan meluncurkan kembali program unggulannya, Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis), sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup peserta dan meredam beban pembiayaan layanan kesehatan.

Direktur Pelayanan Jaminan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, menyatakan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat — seperti pola makan tak sehat, kurang aktivitas fisik, dan terbiasa datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit — telah mendorong angka penyakit kronis melonjak. Ia mengutip data hingga 2024, bahwa dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat sekitar 20,5 juta terdiagnosis hipertensi dan 7,4 juta menderita diabetes. Total pembiayaan untuk kedua kelompok penyakit itu mencapai sekitar Rp 30,5 triliun, yang juga meliputi penanganan komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung.

Dalam acara talkshow bertajuk “Sehat Bersama Prolanis” yang digelar pada 20 Oktober 2025, Lily menjelaskan bahwa sejak penerapan Prolanis, hingga Agustus 2025 telah tercatat lebih dari 4,8 juta peserta yang aktif — terdiri atas 3,3 juta pada hipertensi dan 2,1 juta pada diabetes. Program ini tidak hanya bertumpu pada pengobatan rutin, tetapi juga membangun layanan proaktif dan terintegrasi: konsultasi langsung ataupun via telemedicine, pengambilan obat bulanan, pemeriksaan penunjang seperti tekanan darah, gula darah, HbA1c, kolesterol dan fungsi ginjal, serta edukasi melalui kegiatan fisik dan klub peserta.

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, juga menyambut langkah ini sebagai bagian penting dari strategi promotif‑preventif. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Siti Nadia Tarmidzi, keberhasilan pengendalian penyakit kronis sangat bergantung pada deteksi dini melalui skrining kesehatan gratis di fasilitas primer, serta perubahan perilaku masyarakat agar tidak hanya berobat ketika sakit.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada perlunya pengembangan Prolanis agar mencakup spektrum penyakit kronis yang lebih luas, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hepatitis, hingga kanker. Sebagaimana disampaikan oleh anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahesa Paranadipa Maikel — program ini sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang dalam sistem JKN agar peserta tetap produktif dan biaya layanan tidak makin membengkak akibat penyakit lanjutan.

Dari sisi fasilitas kesehatan, Klinik Cahaya Kebagusan yang telah menjalankan Prolanis sejak 2015 mengungkap tantangan nyata: bagaimana mengajak peserta agar tidak hanya terdaftar, tetapi aktif mengikuti program. Kepala klinik, Grace Maria Kendek Allo, menyebut bahwa inovasi seperti senam kelompok dengan hadiah dan kegiatan outing antar peserta menjadi salah satu cara agar keterlibatan meningkat dan pengelolaan penyakit dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi pendekatan medis, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor — dari pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga komunitas peserta — diharapkan Prolanis dapat menjadi pemutus tren penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup jutaan peserta JKN di Indonesia.

Jantung Berdebar di Malam Hari: Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Mengalami jantung berdebar atau palpitasi di malam hari adalah keluhan yang cukup umum. Meskipun sering kali tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, atau pusing.

🧠 Penyebab Jantung Berdebar di Malam Hari

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan jantung berdebar di malam hari antara lain:

  • Stres atau Kecemasan: Kekhawatiran atau pikiran yang mengganggu dapat meningkatkan produksi hormon stres, yang mempengaruhi detak jantung.
  • Konsumsi Kafein atau Alkohol: Minuman berkafein atau beralkohol dapat merangsang jantung, menyebabkan detak jantung meningkat.
  • Kondisi Medis Tertentu: Gangguan irama jantung (aritmia), anemia, atau hipertiroidisme dapat mempengaruhi detak jantung.

🛠️ Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Jika Anda atau seseorang mengalami jantung berdebar di malam hari, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan kondisi tersebut:

  1. Tenangkan Diri: Cobalah untuk duduk atau berbaring dengan nyaman, dan tarik napas dalam-dalam untuk membantu menenangkan sistem saraf.
  2. Hindari Stimulasi: Jauhkan diri dari sumber stres, suara keras, atau cahaya terang yang dapat memperburuk kondisi.
  3. Minum Air Putih: Dehidrasi dapat mempengaruhi fungsi jantung, jadi pastikan tubuh cukup cairan.
  4. Hindari Konsumsi Kafein atau Alkohol: Kedua zat ini dapat meningkatkan detak jantung, jadi sebaiknya dihindari sebelum tidur.
  5. Periksa Obat-obatan yang Dikonsumsi: Beberapa obat dapat mempengaruhi detak jantung, jadi pastikan untuk memeriksa efek sampingnya.

🚨 Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera hubungi tenaga medis jika jantung berdebar disertai dengan gejala berikut:

  • Nyeri dada atau tekanan di dada.
  • Sesak napas.
  • Pusing atau pingsan.
  • Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur.

Penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis, karena gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.