Juventus Akhiri Kerja Sama dengan Igor Tudor Setelah Rentetan Hasil Buruk

Turin — Klub raksasa Italia, Juventus, secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala Igor Tudor bersama tiga stafnya setelah penampilan mengecewakan yang terus menukik.

Tudor, yang sebelumnya sempat memberi harapan dengan membawa Juventus finis di urutan ke-empat Serie A musim lalu, kini harus angkat kaki setelah timnya melalui delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi.

Dalam pengumumannya, Juventus menyebut bahwa staf Tudor — yakni Ivan Javorcic, Tomislav Rogic, dan Riccardo Ragnacci — juga ikut diberhentikan.

Kekalahan terakhir Juventus yaitu 0-1 dari Lazio menjadi pemicu utama keputusan ini, setelah sebelumnya juga kalah 0-2 dari Como dan tanpa mencetak gol dalam empat laga terakhirnya.

Manajemen kini menunjuk pelatih sementara dari tim Next Gen, Massimo Brambilla, untuk memimpin skuad sementara waktu sambil mencari pengganti permanen.

Sikap Tudor sebelum pemecatan memperlihatkan ketidakpeduliannya terhadap nasib jabatannya — ia menyatakan bahwa yang terpenting adalah memperbaiki kondisi tim, bukan memikirkan masa depan dirinya.

Pemecatan ini menandai langkah tegas Juventus dalam menghadapi krisis performa yang dianggap sudah melewati batas toleransi. Klub kini akan fokus memulihkan kepercayaan dan mengembalikan posisi mereka di papan atas kompetisi Italia.

Juventus Resmi Pecat Igor Tudor Usai Delapan Laga Tanpa Kemenangan

Juventus mengumumkan pemecatan Igor Tudor sebagai pelatih kepala tim utama pada 27 Oktober 2025, menyusul serangkaian hasil buruk yang membuat tim terpuruk di papan tengah Serie A. Tudor, yang ditunjuk pada Maret 2025 menggantikan Thiago Motta, sebelumnya telah menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2027 pada Juni lalu.

Namun, performa Juventus menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Tim gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk lima hasil imbang dan tiga kekalahan. Kekalahan terakhir terjadi pada 26 Oktober 2025, saat Juventus takluk 0-1 dari Lazio.

Selain hasil buruk, hubungan Tudor dengan Direktur Olahraga Damien Comolli juga dilaporkan memburuk, menambah tekanan pada posisi pelatih.

Sebagai langkah sementara, Massimo Brambilla, pelatih tim cadangan Juventus, ditunjuk sebagai pelatih interim. Brambilla akan memimpin tim dalam pertandingan melawan Udinese pada 29 Oktober 2025.

Juventus mengucapkan terima kasih kepada Igor Tudor dan stafnya atas dedikasi mereka dan mendoakan yang terbaik untuk karier mereka selanjutnya.

Juventus Tengah Pertimbangkan Masa Depan Igor Tudor Meski Jadi Kandidat Utama

Juventus tengah menghadapi dilema besar terkait masa depan pelatih Igor Tudor. Setelah penampilan yang kurang memuaskan di Piala Dunia Klub, manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi lain. Namun, Tudor tetap menjadi kandidat utama untuk melanjutkan kepemimpinannya di musim depan.

Sebelumnya, Juventus sempat gagal merekrut beberapa pelatih top seperti Antonio Conte dan Gian Piero Gasperini. Kini, mereka kembali mencari sosok yang tepat untuk memimpin tim menuju kesuksesan.

Meski demikian, Tudor memiliki kelebihan sebagai mantan pemain Juventus dan telah menunjukkan dedikasi tinggi sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara. Ia berhasil membawa tim ke posisi keempat di Serie A dan lolos ke Liga Champions musim depan.

Namun, beberapa kritik muncul terkait pendekatan taktisnya yang dianggap kurang agresif dan ketergantungan pada satu penyerang. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen klub dalam menentukan langkah selanjutnya.

Dengan situasi yang terus berkembang, Juventus harus segera mengambil keputusan mengenai masa depan Tudor. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi strategi dan ambisi klub di musim depan.