Liverpool Pesta Gol 5-1 atas Frankfurt, Mo Salah Justru Dihujat karena Main Egois
Jakarta – Liverpool akhirnya membuka lembar baru usai empat kekalahan beruntun di semua kompetisi dengan kemenangan impresif 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Stadion Deutsche Bank Park, Frankfurt, pada Kamis dini hari WIB.
Babak Awal yang Menegangkan
Tuan rumah sempat unggul terlebih dulu melalui gol dari Rasmus Kristensen pada menit ke-26. Namun Liverpool segera bangkit: pada menit ke-35, Hugo Ekitike menyamakan skor lewat aksi individu, sebelum dua gol tambahan dari Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté memastikan keunggulan 3-1 di babak pertama.
Dominasinya Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Liverpool tak memberi celah. Cody Gakpo menambah gol ke-4 melalui assist dari Florian Wirtz, lalu Dominik Szoboszlai menutup pesta dengan gol ke-5. Hasil ini membuat Liverpool naik ke posisi ke-10 dalam klasemen Grup Liga Champions dengan 6 poin dari 3 pertandingan.
Sorotan Tersembunyi: Kritik terhadap Mohamed Salah
Sementara kemenangan jelas menjadi angin segar, ada sorotan negatif yang mengarah ke Mohamed Salah. Pemain asal Mesir itu memulai pertandingan dari bangku cadangan dan baru masuk menit ke-74. Momen yang memicu kritik terjadi pada menit ke-89: dalam situasi satu lawan satu, ia memilih menembak dari sudut sempit padahal rekan setimnya, Wirtz, berdiri bebas di depan gawang. Tembakan tersebut berhasil ditepis kiper, dan banyak fans menilai pilihan itu sebagai tindakan yang terlalu egois.
Beberapa komentar di media sosial menyebut:
“Ada yang bisa kasih vidio ini ke Mo Salah … jangan terlalu egois sama anak-anak baru.”
detikinet
“Masih mau tetap tampil, buat apa? Pembuktian? Malah bikin keliatan maksa.”
Reddit
Walaupun banyak fans yang tetap mendukung Salah, kritik seperti ini menunjukkan bahwa meskipun tim tampil hebat secara kolektif, perilaku individu tetap bisa menjadi pusat perhatian.
Apa Artinya untuk Liverpool?
- Kemenangan 5-1 ini adalah sinyal bahwa Liverpool telah keluar dari masa sulit dan dapat tampil dominan kembali.
- Namun, polemik kecil terhadap Salah mengingatkan bahwa transformasi tim bukan hanya soal strategi atau hasil, tetapi juga soal sinergi antar pemain dan bagaimana setiap individu berkontribusi dalam kerangka tim.
- Pelatih Arne Slot mungkin melihat bahwa pengaturan skuat dan rotasi pemain menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan tim.
- Bagi Salah sendiri, momen ini bisa menjadi titik evaluasi: apakah ia akan menyesuaikan gaya bermainnya agar lebih sejalan dengan dinamika tim yang berubah, atau tetap mempertahankan pendekatan individualnya?

