Erick Thohir Dorong SEA Games Jadi Batu Loncatan Prestasi Atlet ASEAN

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menekankan pentingnya peran SEA Games sebagai platform strategis bagi negara-negara ASEAN dalam mencapai prestasi olahraga internasional. Menurutnya, ajang ini bukan hanya sebagai kompetisi regional, tetapi juga sebagai sarana untuk mengukur dan meningkatkan kualitas atlet di kawasan Asia Tenggara.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa melalui SEA Games, negara-negara ASEAN dapat saling berbagi pengalaman, teknologi, dan metodologi pelatihan yang dapat meningkatkan standar olahraga di masing-masing negara. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar negara dalam mengembangkan infrastruktur olahraga dan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Erick berharap SEA Games dapat menjadi ajang untuk mempersiapkan atlet-atlet muda ASEAN agar siap bersaing di tingkat dunia, seperti Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Dengan demikian, SEA Games tidak hanya menjadi ajang prestasi regional, tetapi juga sebagai batu loncatan menuju prestasi global.

Erick juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan olahraga di ASEAN. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan, yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.

Dengan visi tersebut, Erick Thohir berharap SEA Games dapat terus berkembang menjadi ajang yang tidak hanya menampilkan persaingan sehat antar negara, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat kerjasama dan persaudaraan di kawasan ASEAN.

Semangat Juang Atlet Jember Dapat Sorotan dan Apresiasi Pemkab

Pemkab Jember memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Jember yang telah berjuang pada ajang Porprov Jatim IX 2025. Meskipun target peringkat 10 besar belum tercapai, perjuangan tim kabupaten ini dinilai luar biasa.

Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari rangking akhir, tetapi dari semangat, disiplin, dan perjuangan yang ditunjukkan para atlet. “Walaupun Porprov kemarin kita belum masuk sepuluh besar, tapi perjuangan para atlet luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan penyerahan penghargaan tersebut, Pemkab menyiapkan bonus yang dianggap terbesar di Jawa Timur untuk kategori atlet berprestasi: medali emas mendapatkan Rp 50 juta ditambah beasiswa pendidikan, medali perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta.

Fawait juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar memberikan bonus materi, tetapi sebagai bagian dari visi “Jember Baru, Jember Maju” yang menyertakan pembinaan olahraga sebagai pilar pengembangan daerah. Atlet‑atlet menjadi “wajah” dari semangat tersebut.

Ke depan, pemerintah daerah juga menyatakan akan memperkuat ekosistem olahraga melalui fasilitas penunjang dan program rutin seperti senam dan jalan sehat massal di kawasan Jember Sport Garden (JSG), yang terbuka untuk ASN, PPPK, dan masyarakat umum. Hal ini diharapkan membudayakan hidup sehat sekaligus mencetak bibit atlet masa depan.

Dengan langkah‑langkah tersebut, Pemkab Jember berharap bahwa atlet‑atlet Jember tidak hanya berhenti di ajang provinsi, tetapi terus berproses menuju tingkat nasional atau bahkan internasional. “Kita ingin melahirkan atlet unggul yang membawa nama Jember,” kata Fawait.

Walaupun capaian medali kontingen Jember saat ini belum memenuhi target memasuki 10 besar, semangat, motivasi, dan dukungan nyata dari pemerintah daerah menjadi modal utama untuk pembenahan menuju kuartal berikutnya.