Indonesia Ajak Negara OKI Investasi di Sektor Air Demi Pembangunan Berkelanjutan
Jakarta — Pemerintah Indonesia semakin agresif dalam mendorong kolaborasi internasional di sektor air bersih dengan menyasar negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) (OKI) sebagai mitra utama investasi dan pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU), dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi baru-baru ini.
Menteri Dody menegaskan bahwa akses ke air bersih dan pengelolaan sumber daya air merupakan isu sentral tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-OKI lainnya yang menghadapi tantangan serupa: pertumbuhan populasi yang cepat, tekanan terhadap sumber daya alam, dan kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar. Ia memandang modal asing dan kemitraan internasional sebagai kunci mempercepat realisasi sistem penyediaan air minum yang merata dan berkelanjutan.
Menurut Kementerian PU, terdapat sejumlah proyek “siap jalan” (ready-to-go) yang telah diidentifikasi dan bisa ditawarkan kepada investor dari negara OKI—mulai dari pembangunan jaringan distribusi air minum, irigasi modern, hingga sistem pengolahan air limbah. Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan efek berganda: memperkuat ketahanan pangan melalui irigasi, menciptakan lapangan kerja di daerah terpencil, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Lebih lanjut, pemerintah menegaskan bahwa investasi di sektor air bukan sekadar soal profit jangka pendek, melainkan bagian dari strategi nasional menuju visi “Indonesia Emas 2045”. Untuk itu, reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas operator air daerah, serta peningkatan teknologi dan efisiensi menjadi “jembatan” penting agar investasi yang masuk benar-benar berdampak besar.
Menteri menyampaikan harapan bahwa negara-negara OKI dengan pengalaman atau kebutuhan serupa akan menjadi mitra yang sinergis. “Kita berbicara tentang air sebagai enabler pembangunan: pendidikan, kesehatan, produktivitas,” ujarnya. Ia juga mengajak investor dan lembaga keuangan internasional untuk melihat sektor air di Indonesia—dan di negara-OKI lainnya—sebagai peluang investasi strategis yang sekaligus membawa manfaat sosial.
Dengan langkah ini, Indonesia berharap dapat menjadi “hub” regional untuk pengembangan infrastruktur air dan teknologi terkait bagi dunia Islam, sambil menjawab target nasional berupa cakupan air minum jaringan perpipaan yang lebih luas dan layanan sanitasi yang lebih baik.

