Kenali Gejala Stroke dari Wajah: Sisi Miring atau Senyum Tak Simetris Bisa Jadi Tanda Awal

Serangan stroke tidak selalu menunjuk pada gejala yang langsung tampak parah di seluruh tubuh. Salah satu sinyal peringatan yang kerap diabaikan muncul di bagian wajah — dan bisa menjadi petunjuk penting bagi penanganan cepat.

Ketika aliran darah ke sejumlah area otak terhambat atau pembuluh darah mengalami kebocoran, sel saraf yang kekurangan oksigen dapat mati dan mengganggu komunikasi antar sel otak. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan otot-otot wajah menjadi lemah atau lumpuh pada salah satu sisi.

Gejala khas yang muncul di wajah meliputi:

  • Satu sisi mulut atau pipi terlihat “terkulai” atau asimetris saat tersenyum; satu sisi bergerak normal, sisi lainnya tampak lemas.
  • Mati rasa atau kelemahan mendadak di wajah—kelopak mata, bibir, ataupun area mulut terasa tidak terkendali.
  • Kesulitan menggerakkan bagian-wajah yang satu, atau merasa bahwa senyuman tidak seperti biasanya.

Metode cepat yang sering disarankan oleh lembaga kesehatan adalah tes “FAST”:

  • F (Face): Perhatikan apakah wajah tampak turun atau asimetris.
  • A (Arm): Periksa apakah salah satu lengan melemah.
  • S (Speech): Apakah cara bicara menjadi sulit atau tidak jelas.
  • T (Time): Jika salah satu gejala muncul, segera cari pertolongan medis.

Mengingat bahwa waktu sangat menentukan dalam penanganan stroke — semakin cepat pasien ditangani, semakin besar peluang pemulihan — maka pengenalan tanda di wajah ini dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.

Radja Nainggolan Kritik Tajam Roberto Martínez: Sebut Pelatih yang Buruk untuk Timnas Belgia

Mantan gelandang tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, melontarkan kritik keras terhadap kepelatihan Roberto Martínez, yang menurutnya menjadi salah satu faktor kegagalan generasi emas Belgia mencapai gelar besar.

Dalam wawancara terbaru, Nainggolan mengungkap bahwa ia merasa potensi tim Belgia yang diperkuat pemain-pemain top dunia — seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku — tidak mampu dieksekusi secara maksimal lantaran skema permainan yang ia anggap “hampa”. “Dia bukan pakar sepak bola, dia pelatih yang sangat buruk,” tegas Nainggolan.

Menurut Nainggolan, di bawah Martí­nez tim “Red Devils” kerap mengandalkan aksi individu pemain besar tanpa kerangka taktis yang jelas. “Tidak ada taktik atau strategi. Ketika kami dalam kesulitan, yang ada hanya umpan ke Hazard, atau ke De Bruyne, atau ke Lukaku. Tidak pernah ada gaya, tidak pernah ada taktik.”

Lebih lanjut, Nainggolan merasa bahwa kesempatan untuk memperkuat Timnas Indonesia akan memberinya penghargaan dan apresiasi yang ia rasakan tidak didapatkan saat memperkuat Belgia. “Hari ini, saya berkata pada diri sendiri bahwa saya lebih suka bermain untuk Indonesia, karena rasa hormat yang akan mereka berikan kepada saya,” ujarnya.

Kritik ini menyentuh bukan hanya performa tim, tetapi juga filosofi kepelatihan dan arah pengembangan tim nasional Belgia. Pernyataan Nainggolan kemungkinan akan memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola mengenai peran pelatih dalam mengoptimalkan talenta individu menjadi sebuah sistem tim yang kohesif.

Prabowo Siapkan Rapat Khusus Bahas Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah akan menggelar rapat khusus untuk menuntaskan pembahasan mengenai utang dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, alias Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Pernyataan ini muncul setelah sebuah rapat terbatas pada Rabu malam (29 Oktober 2025) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Meski belum dibahas secara mendalam dalam rapat yang berlangsung sore hingga malam itu, Airlangga memastikan topik restrukturisasi utang KCJB akan dibahas secara khusus di kalangan kabinet. “Akan ada pembahasan khusus,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa negara tidak akan menanggung utang kereta cepat melalui APBN. Purbaya menekankan bahwa entitas seperti BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara) seharusnya memikul beban pembayaran.

Proyek KCJB dikelola melalui konsorsium KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) dengan komposisi saham 60 % dari pihak Indonesia (melalui PSBI — Pilar Sinergi BUMN Indonesia) dan 40 % dari pihak China. Pendanaan proyek ini sebagian besar berasal dari pinjaman luar negeri (~75 %) dan sisanya melalui ekuitas (~25 %).

Rapat mendatang dipandang penting karena akan menentukan opsi pembiayaan — apakah utang akan tetap ditangani oleh konsorsium atau melibatkan dana negara. Keputusan ini juga berdampak pada risiko fiskal yang sebelumnya dijadikan pertimbangan pemerintah.

KPK Pastikan Masyarakat Tetap Bisa Gunakan Whoosh Meski Proyek Sedang Diselidiki

Jakarta — KPK menyampaikan bahwa meski proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh, tengah diselidiki atas dugaan korupsi, masyarakat tetap diperbolehkan menggunakan layanan Whoosh secara normal. Hal ini ditegaskan oleh juru bicara KPK, yang menyebut bahwa penyelidikan tidak berarti menghentikan operasional kereta.

Penyelidikan oleh KPK terkait proyek Whoosh sudah berjalan sejak awal 2025 dan masih berada dalam tahap “pencarian fakta” dan “pemrosesan awal bukti”. Dalam kesempatan ini, KPK menghimbau agar masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melaporkan ke lembaga antirasuah demi mempercepat proses.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan tajam publik terhadap besaran biaya dan nilai proyek, yang dibandingkan dengan estimasi di negara lain—menimbulkan dugaan mark-up yang kini menjadi bahan studi KPK.

Meski begitu, KPK menegaskan bahwa hak publik untuk memakai layanan tetap utuh. Instansi tersebut mengingatkan bahwa penggunaan Whoosh oleh masyarakat tidak otomatis terkait dengan risiko hukum, selama proses penyelidikan berlangsung secara terpisah dari operasi layanan publik.

Dalam pernyataannya, KPK juga mengingatkan bahwa penyelidikan seperti ini memerlukan waktu dan ketelitian untuk memastikan siapa pihak yang terlibat serta keterangan yang cukup sebelum proses dilanjutkan ke tahap penuntutan.

Dengan demikian, masyarakat pengguna Whoosh dapat tetap memanfaatkan moda transportasi tersebut tanpa perlu khawatir terkait penyelidikan yang sedang berlangsung — namun tetap pantas untuk mengikuti perkembangan resmi agar memperoleh transparansi mengenai langkah lanjutan kasus ini.

MenPAN-RB Pastikan Sekolah Rakyat Siapkan SDM Unggul dan Berkarakter

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memastikan bahwa program Sekolah Rakyat akan menjadi tonggak dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter. Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi masa depan bukan hanya soal akses pendidikan, melainkan juga soal penguatan kelembagaan dan kualitas tenaga pendidik.

Rini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat didesain sebagai bagian dari jawaban terhadap tantangan kemiskinan ekstrem dan ketimpangan pendidikan. Dalam pemaparannya, sekolah ini memiliki kerangka yang meliputi: penyediaan tenaga guru kompeten, pembinaan karakter, serta sistem pendidikan yang mampu menjangkau siswa dari keluarga rentan ekonomi.

Salah satu aspek penting yang ia soroti adalah profesionalisme guru dan tenaga kependidikan. Pemerintah tengah menyiapkan roadmap pengembangan kompetensi guru, termasuk kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar jalur karier dan peningkatan bidang keahlian menjadi jelas dan berkelanjutan.

Dari sisi kelembagaan, Sekolah Rakyat akan dikelola sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di bawah koordinasi antara KemenPANRB, Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kemendikbudristek. Hal ini bertujuan untuk memastikan operasional yang profesional dan keberlanjutan program.

Ke depan, Rini menyebut bahwa pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala agar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi inisiatif sesaat, tetapi benar-benar mampu menghadirkan perubahan nyata. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat dalam menyukseskan program ini di seluruh wilayah Indonesia.

Program ini membuka jalan bagi generasi muda Indonesia dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan pendidikan bermutu, memiliki karakter kuat, dan siap bersaing — baik di tingkat nasional maupun global.

Komisi II DPR Soroti Perbedaan Tafsir soal Dana Pemda Mengendap di Bank

Jakarta — Komisi II DPR RI memberikan sorotan serius terhadap fenomena dana milik pemerintah daerah (Pemda) yang dilaporkan masih mengendap di perbankan hingga sekitar Rp 234 triliun. Dalam pernyataannya, Komisi II mengungkap bahwa salah satu akar persoalan adalah adanya perbedaan tafsir antara pemerintah pusat dan daerah terhadap regulasi pengelolaan kas daerah.

Anggota Komisi II, Muhammad Khozin, menyatakan bahwa jumlah dana yang “terparkir” tersebut menyiratkan dua kemungkinan: pertama, Pemda sengaja menahan anggaran di bank, dan kedua, Pemda memilih menunda belanja hingga akhir tahun karena skema belanja yang cenderung dipusatkan pada periode akhir tahun.

Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia menyoroti kondisi kontradiktif: ketika Pemda sering mengaku kekurangan dana untuk program publik, pada sisi lain angka besar dana yang tidak terserap tetap mengendap. “Ini jadi sinyal adanya masalah dalam tata kelola atau pemahaman regulasi,” katanya.

Lebih lanjut, Komisi II mendorong pemeriksaan mendalam terhadap pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Khozin mengingatkan bahwa jika terdapat indikasi pengelolaan kas yang tidak sesuai proses atau melanggar regulasi, Kemendagri perlu melakukan pembinaan dan mempertimbangkan sanksi administratif.

Dengan demikian, menurut Komisi II, masalah bukan sekadar besarnya saldo yang mengendap, tetapi lebih ke bagaimana regulasi ditafsirkan dan diterapkan di tingkat daerah—mulai dari perencanaan anggaran, penyusunan APBD, pelaksanaan tender, hingga pengeluaran kas. Komisi ini akan memanggil Pemda terdampak dan instansi terkait demi menjernihkan kondisi dan memastikan dana publik benar-benar digunakan sesuai fungsi dan urgensi.

Prabowo Subianto Undang Sufmi Dasco ke Kediaman Bahas Situasi Nasional

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang digelar di kediaman pribadi Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Dasco mengatakan bahwa undangan tersebut berkaitan dengan pembahasan berbagai tantangan nasional yang tengah dihadapi pemerintah.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Dasco usai pertemuan, pembicaraan berlangsung dalam suasana informal namun penuh substansi, di mana Prabowo mengajak Dasco untuk memahami secara lebih mendalam kondisi dalam negeri, baik dari sisi politik, keamanan, maupun dinamika ekonomi. Meski Dasco tidak memerinci poin‑poin pembicaraan secara rinci, ia menekankan bahwa inti dari diskusi adalah memastikan “kerangka kebijakan yang kokoh” untuk merespon perkembangan nasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah menghadapi sejumlah isu kunci—termasuk stabilitas pangan, ketahanan energi, hingga situasi global yang berdampak pada Indonesia. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah koordinasi internal yang memperkuat dialog antar­pihak pemerintahan dan legislatif.

Sufmi Dasco hanya menyebut bahwa Presiden meminta agar DPR dan partai pendukung pemerintahan tetap “selaras” dan siap mendukung agenda strategis nasional. “Kami diminta untuk bersama‑sama menjaga komitmen, responsif terhadap kondisi rakyat, serta memperkuat sinergi antar lembaga,” ujar Dasco usai bertemu Prabowo.

Karena sifatnya tertutup dan informal, belum ada pernyataan resmi tertulis yang dirilis pihak Istana atau Partai Gerindra mengenai detil agenda pembicaraan. Namun pertemuan ini menguatkan sinyal bahwa Presiden ingin mempererat komunikasi dengan parlemen lewat jalur partai koalisi dan pimpinan DPR untuk memperkuat stabilitas pemerintahan ke depan.

KPK Tetapkan Eks-Sekjen Kemenaker Tersangka Kasus Pemerasan Tenaga Kerja Asing

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Kemenaker sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap agen dan perusahaan pengguna tenaga kerja asing (TKA), terkait pengurusan dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Dalam konstruksi perkara yang tengah diungkap, KPK mendapati bahwa sejak periode sekitar 2019 hingga 2024 sejumlah pejabat di Kemenaker memanfaatkan kewenangan pengurusan RPTKA dengan memungut uang tidak resmi dari pihak pemohon. Jumlah aliran dana yang diselidiki mencapai puluhan miliar rupiah.

Penyidik mengungkap modus operandi sebagai berikut: agen penyedia TKA menyodorkan permohonan RPTKA, namun proses pengesahan diperlambat atau dipersulit—kecuali memenuhi “tarif” yang ditetapkan. Setelah uang diserahkan, proses dipercepat dan izin dikeluarkan.

Eks‐Sekjen yang ditetapkan sebagai tersangka diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Pengendalian Penggunaan TKA (PPTKA) sebelum mengemban jabatan Sekjen. KPK belum mengonfirmasi detail peranan spesifik individu ini dalam alur pemerasan, namun penetapan tersangka menunjukkan bahwa penyidikan telah mencapai level struktural yang cukup tinggi.

KPK juga telah menyita sejumlah bukti awal seperti dokumen pengajuan RPTKA, rekam transfer, dan aset yang diduga berasal dari hasil pemerasan. Selain itu, KPK membuka peluang perluasan penyidikan kepada pihak lain — termasuk agen swasta dan eks pejabat Kemenaker lainnya.

Dengan penetapan tersangka ini, Kemenaker menghadapi sorotan besar terkait tata kelola penggunaan TKA di Indonesia. Pemerintah dan lembaga antikorupsi sama‑sama ditekan untuk memperkuat mekanisme pengawasan dan transparansi agar praktik serupa tak terulang.

MKD DPR Jadwalkan Sidang Etik Lima Anggota Nonaktif Pekan Depan

Jakarta — MKD DPR RI mengumumkan bahwa mereka akan memulai sidang etik terhadap lima legislator nonaktif dari berbagai fraksi pada pekan depan. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam, usai rapat verifikasi di kawasan Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dek Gam menerangkan bahwa dalam tahap awal telah dilakukan verifikasi terhadap laporan etika dan undangan belum dikirimkan ke para teradu. “Minggu depan ya, nanti kita kabarin, tenang aja. Kita rapim dulu, yang penting lanjut sidangnya, jadwalnya akan kita atur,” katanya.

Kelima anggota DPR yang akan diperiksa yakni:

  • Ahmad Sahroni (Fraksi NasDem)
  • Nafa Urbach (Fraksi NasDem)
  • Adies Kadir (Fraksi Golkar)
  • Uya Kuya (Fraksi PAN)
  • Eko Patrio (Fraksi PAN)

Meski tanggal pasti sidang belum ditetapkan, MKD menegaskan komitmennya untuk segera memproses perkara tersebut agar proses etik yang tengah berjalan tidak mengalami penundaan. Dek Gam menjelaskan bahwa undangan formal masih dalam proses penyusunan.

Sidang etik ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sejumlah anggota DPR yang sedang dinonaktifkan oleh partai masing‑masing sebagai respons terhadap sorotan publik. Proses ini pun dipandang sebagai uji untuk mekanisme penegakan etik internal di lembaga legislatif agar transparansi dan akuntabilitas dapat dipertahankan.

Radja Nainggolan Sebut Bisa Pilih Perkuat Timnas Indonesia daripada Belgia

Eks pemain tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, kembali menyentuh topik yang menyedot perhatian publik sepak bola Indonesia: kemungkinannya memilih memperkuat Timnas Indonesia daripada tetap dengan jalinan hubungannya bersama Timnas Belgia di masa lalu.

Nainggolan mengungkap bahwa apabila dirinya “didekati lebih awal” oleh pihak Indonesia, ia tidak menutup kemungkinan akan memilih mengenakan seragam Garuda. “Dulu, Indonesia belum berada di titik‑ini. Tetapi jika waktu itu situasinya seperti sekarang, mungkin saya akan membuat keputusan berbeda,” ujarnya dalam kesempatan wawancara yang dilaksanakan saat kunjungannya ke Tanah Air.

Dengan latar belakang darah Batak dari sang ayah dan karier profesional di Eropa yang mengukuhkan reputasi sebagai gelandang tangguh, Nainggolan menyoroti bahwa pilihan negara untuk pemain berdarah Indonesia menjadi lebih fleksibel saat ini — baik dari sisi liga, eksposur media maupun infrastruktur. Ia menambahkan bahwa faktor emosional dan identitas kerap menjadi penentu dalam keputusan besar seperti membela sebuah negara di level internasional.

Meski demikian, ia bersikap realistis ketika membandingkan peluang Timnas Indonesia dengan Belgia pada masa awal kariernya. “Ketika saya memulai di timnas, Anda melihat skala dan kondisi Federasi Bola di Indonesia belum seperti sekarang,” ungkap Nainggolan, seolah memberi penghormatan kepada langkah kemajuan yang sudah dicapai PSSI dan sepak bola nasional.

Kendati pernyataannya mengundang spekulasi tentang potensi naturalisasi maupun perubahan kewarganegaraan di kalangan pemain keturunan, Nainggolan tetap menegaskan bahwa keputusannya pada akhirnya ditentukan oleh aspek profesional dan kesiapan sistem di negara yang bersangkutan. “Bukan hanya soal DNA, tapi soal bagaimana Anda bisa memberi nilai tambah dan berada di lingkungan yang mendukung,” ucapnya.

Dengan situasi seperti ini, publik Indonesia kembali menyoroti tema “pemain berdarah luar” dan pilihan memperkuat Timnas Garuda sebagai langkah strategis untuk memperkuat tim nasional. Bagi Nainggolan, cerita ini bukan hanya soal satu individu — melainkan soal bagaimana identitas, kesempatan, dan momen bertemu.