Dokter: Melewatkan Sarapan dan Begadang Bisa Picu Naiknya Asam Lambung

Jakarta — Kebiasaan melewatkan sarapan dan beraktivitas larut malam ternyata dapat memicu naiknya asam lambung atau kondisi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Dokter ahli menyebut bahwa perut yang kosong terlalu lama serta waktu tidur yang berantakan bisa menjadi pemicu utama naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Menurut Hasan Maulahela, SpPD, Subsp. G.E.H(K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, dua faktor utama adalah: makan tidak teratur—khususnya perut dibiarkan kosong lama—dan kurang istirahat cukup. Kedua hal ini bisa menurunkan pengaturan asam lambung dan memperberat risiko kambuhnya GERD.

Kenapa sarapan terlambat atau tak sama sekali bisa jadi masalah

Perut yang tidak diisi sejak pagi menyebabkan lambung tetap bekerja memproduksi asam tanpa ada makanan yang harus dicerna. Hal ini memberi kesempatan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar (heartburn), mual, atau rasa penuh di ulu hati.

Selain itu, bagi pengidap GERD, sarapan justru membantu menetralkan lingkungan di lambung seiring tubuh “memulai” aktivitas pencernaan di pagi hari. Sebaliknya, melewatkan sarapan dapat memperburuk kondisi.

Begadang dan waktu tidur yang tak teratur: faktor tambahan

Aktivitas malam yang panjang atau tidur larut memungkinkan perut kosong untuk waktu lama serta jam biologis tubuh yang terganggu. Kombinasi ini menekan sistem pencernaan yang sudah bekerja ekstra. Sebagai hasilnya, fungsi katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) bisa melemah, memberi jalan bagi asam lambung naik.

Rekomendasi dokter untuk menekan risiko

  • Pastikan sarapan setiap pagi, idealnya dalam waktu 1–2 jam setelah bangun tidur.
  • Hindari makan besar terlalu larut malam atau langsung sebelum tidur.
  • Beri jeda 2-3 jam antara makan terakhir dan tidur agar pencernaan berjalan lebih ringan.
  • Pilih menu sarapan yang mudah dicerna: hindari gorengan, makanan terlalu pedas atau berlemak tinggi, serta minuman berkafein saat perut kosong.
  • Tetapkan waktu tidur yang cukup dan konsisten agar tubuh bisa pulih serta sistem pencernaan dapat bekerja optimal.

Dengan memperbaiki dua kebiasaan sederhana tersebut—sarapan tepat waktu dan tidur cukup—anda dapat menurunkan risiko naiknya asam lambung secara signifikan. Jika gejala seperti heartburn, regurgitasi (naiknya asam ke kerongkongan), atau kesulitan menelan terus muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis pencernaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *