Pramono Anung Dorong M Bloc Hub Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda Jakarta

Jakarta — Gubernur Pramono Anung menegaskan ambisinya menjadikan kawasan M Bloc Hub sebagai pusat kreativitas anak-muda di Ibu Kota. Ia melihat lokasi tersebut bukan hanya sebagai area komersial atau hiburan biasa, tetapi sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan ekspresi budaya yang akan menggerakkan generasi muda Jakarta ke arah produktif.

Menurut Pramono Anung, M Bloc Hub memiliki potensi kuat untuk menjadi “jantung kreativitas”, karena terletak di jantung kota, mudah diakses, serta sudah mulai diisi oleh berbagai aktivitas seni, musik, kafe, serta ruang kreatif lainnya. Dari situ, ia ingin menciptakan momentum agar para anak muda bisa berkumpul, berkreasi, berkarya, dan akhirnya tumbuh menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan kawasan seperti M Bloc Hub juga mempunyai fungsi sosial penting: menyediakan alternatif positif bagi anak-muda yang selama ini mungkin mencari outlet di jalur yang kurang produktif. Dengan kata lain, kawasan ini diharapkan menjadi magnet untuk aktivitas yang membangun — baik seni, wirausaha kreatif, komunitas, maupun ekspresi budaya — sekaligus menekan angka kegiatan negatif yang bisa muncul akibat kurangnya ruang publik yang memadai.

Untuk mendukung visi tersebut, Pemprov DKI telah menginstruksikan penyediaan fasilitas pendukung: ruang terbuka untuk pertunjukan, workshop, galeri pop-up, hingga akses transportasi yang memadai agar kawasan ini mudah dijangkau dari berbagai sudut kota. Ia juga meminta pelaku usaha di sekitar serta komunitas lokal agar terlibat aktif, agar ekosistem kreatif di M Bloc Hub tidak hanya menjadi “tempat nongkrong”, melainkan “lahan subur” bagi ide-ide baru, startup kreatif, serta kolaborasi lintas disiplin.

Pramono menutup pernyataannya dengan harapan agar generasi muda Jakarta tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku — aktif menciptakan sesuatu yang unik, yang mencerminkan identitas dan budaya kota, dan pada akhirnya mendukung Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada kreativitas dan budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *