BGN Tegaskan Bahan Masak Program MBG Tak Boleh Disimpan, Harus Habis di Hari yang Sama

Pemerintah melalui BGN kini memberi perhatian serius terhadap praktik penyimpanan dan pengolahan bahan baku pada program MBG, setelah beberapa temuan mengindikasikan bila bahan-masakan tersebut tidak habis dipakai pada hari yang sama dan disimpan terlalu lama, maka berpotensi mengancam keamanan pangan anak sekolah.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang, menyebutkan bahwa beberapa dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditemukan membeli bahan baku (misalnya ayam) pada hari Sabtu tetapi baru dimasak beberapa hari kemudian, seperti Rabu. Kondisi ini menurutnya “di luar nalar” dan menegaskan bahwa stok bahan seharusnya digunakan lebih cepat agar risiko kualitas menurun dapat ditekan.
Lebih lanjut, BGN juga mengingatkan bahwa penyimpanan dalam freezer atau lemari pendingin bukan jaminan mutlak aman jika prosedur penanganannya tidak benar — misalnya bila tumpukan bahan terlalu besar sehingga bagian dalam tidak mendingin optimal atau distribusi ke sekolah memakan waktu terlalu lama.

Sebagai langkah perbaikan, BGN memperketat sejumlah standar operasional, antara lain:

  • Bahan baku yang mudah rusak sebaiknya dibeli dalam waktu dekat dengan waktu penggunaan.
  • Waktu memasak dan waktu penyajian harus berdekatan agar makanan tetap dalam kondisi optimal.
  • Distribusi ke sekolah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga makanan tidak terlama dalam perjalanan atau penyimpanan sebelum dikonsumsi.

BGN berharap dengan langkah-langkah pembenahan tersebut, kasus keracunan yang muncul di beberapa wilayah akibat program MBG dapat diminimalkan. Program yang sejatinya ditujukan untuk mendukung gizi anak-anak sekolah ini dibayang-bayangi sejumlah masalah teknis pelaksanaan yang harus diperbaiki bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *