Tips Menjaga Kesehatan Tulang Anak Sejak Dini ala Dokter Spesialis

Kesehatan tulang anak merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Menurut dr. Frida Soesanti, SpA(K), PhD, dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, menjaga kesehatan tulang sejak dini sangat krusial untuk mencegah masalah kesehatan tulang di masa depan.

1. Asupan Nutrisi yang Tepat

Kalsium dan vitamin D adalah dua nutrisi utama yang diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang yang sehat. Kalsium dapat ditemukan dalam produk susu, sayuran hijau, dan ikan, sementara vitamin D diperoleh dari paparan sinar matahari pagi dan makanan seperti ikan berlemak dan kuning telur. Kekurangan kedua nutrisi ini dapat menghambat pertumbuhan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari.

2. Aktivitas Fisik yang Cukup

Aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan bermain bola dapat merangsang pembentukan tulang yang kuat. Dr. Frida menyarankan agar anak-anak melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari untuk mendukung kesehatan tulang mereka.

3. Paparan Sinar Matahari yang Sehat

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Namun, penting untuk membatasi paparan sinar matahari langsung pada siang hari untuk mencegah kerusakan kulit. Dr. Frida menyarankan agar anak-anak berjemur selama 10 hingga 15 menit setiap pagi sebelum jam 9 untuk mendapatkan manfaat vitamin D tanpa risiko kerusakan kulit.

4. Hindari Kebiasaan Buruk

Kebiasaan seperti merokok dan konsumsi kafein berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Dr. Frida menekankan pentingnya menghindari kebiasaan buruk ini untuk menjaga kesehatan tulang anak.

5. Pemeriksaan Rutin

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan tulang sejak dini. Dr. Frida menyarankan agar orang tua membawa anak-anak mereka untuk pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal.

Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan anak-anak dapat memiliki tulang yang kuat dan sehat, mendukung aktivitas mereka sehari-hari, dan mencegah masalah kesehatan tulang di masa depan.

514 Penerima PKH di Bekasi Dihentikan Sementara, Diduga Sudah Tak Layak

KABUPATEN BEKASI — Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan penyiapan penghentian sementara terhadap 514 keluarga penerima manfaat (KPM) program Program Keluarga Harapan (PKH), karena diduga tidak lagi memenuhi kriteria kelayakan untuk menerima bantuan sosial tersebut.

Menurut keterangan dari dinas sosial setempat, proses ini merupakan bagian dari verifikasi ulang data penerima bansos yang dilakukan secara rutin. Pemberhentian sementara dilakukan hingga dilakukan peninjauan dan klarifikasi terhadap status keluarga tersebut — apakah memang sudah berubah kondisi ekonominya atau terdapat data yang tidak valid.

Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa salah satu pemicu penghentian adalah perpindahan domisili keluarga penerima tanpa pemberitahuan, serta perubahan ekonomi keluarga yang kini dinilai telah melewati ambang penerima manfaat PKH. “Kami mendeteksi bahwa sejumlah KPM yang selama ini menerima ternyata kini telah memiliki pendapatan atau kondisi ekonomi yang jauh lebih baik dari saat data dimasukkan,” ujar salah satu pejabat di dinas sosial.

Selain itu, langkah ini juga untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan mencegah terjadinya penyaluran kepada pihak yang tak berhak. Hal tersebut sejalan dengan temuan nasional bahwa ribuan penerima bansos telah dinonaktifkan karena dinilai tidak layak menerima bantuan.

Melalui proses klarifikasi, para KPM yang namanya termasuk di antara 514 tersebut diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau melengkapi dokumen yang diperlukan. Apabila terbukti bahwa data mereka masih valid dan layak, maka bantuan bisa kembali disalurkan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa penghentian bersifat sementara — bukan pemutusan permanen — dan keputusan akhir akan bergantung pada hasil verifikasi lapangan dan validasi data. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pendamping PKH tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mempercepat proses verifikasi ini.

Warga penerima yang merasa terkena penghentian sementara namun menilai masih layak diminta untuk mendatangi kantor kelurahan atau kantor kecamatan dengan membawa dokumen terbaru seperti KTP, kartu keluarga, serta bukti penghasilan terakhir agar dapat dilakukan verifikasi ulang.

Dinas berharap dengan langkah ini, program PKH di Kabupaten Bekasi dapat lebih tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang paling membutuhkan. Ke depan, pihaknya juga akan meningkatkan ketelitian dalam pemutakhiran data serta memperkuat mekanisme pengawasan agar penyaluran bansos sesuai dengan peruntukannya.

Jaksa Santai Tanggapi Permintaan Sandra Dewi Kembalikan Aset Sitaan

Jakarta – Keinginan artis Sandra Dewi agar aset-asetnya yang disita dalam kasus korupsi suaminya, Harvey Moeis, dikembalikan, mendapat respons tenang dari Kejaksaan Agung. Sandra Dewi mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, meminta agar tas mewah, mobil, dan deposito senilai Rp 33 miliar yang disita negara dikembalikan, dengan alasan aset tersebut diperoleh secara sah dan tidak terkait dengan tindak pidana suaminya.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menanggapi permintaan tersebut dengan santai. Menurutnya, pihak ketiga yang beriktikad baik berhak mengajukan gugatan sesuai dengan Pasal 19 UU Tipikor. Anang menambahkan bahwa jaksa akan memberikan jawaban dan bukti yang diperlukan dalam persidangan, dan Kejagung akan menghormati putusan pengadilan.

Sandra Dewi, melalui kuasa hukumnya, menyatakan bahwa aset-aset tersebut merupakan hasil kerja kerasnya dan tidak ada kaitannya dengan tindak pidana suaminya. Ia juga menegaskan bahwa sebelum menikah, ia dan Harvey Moeis telah memiliki perjanjian pisah harta.

Sidang keberatan atas penyitaan aset Sandra Dewi masih berlangsung, dengan agenda pembuktian yang melibatkan ahli. Majelis hakim akan mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan sebelum memutuskan apakah aset-aset tersebut dapat dikembalikan atau tetap disita.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh publik dan menyoroti pentingnya transparansi serta keadilan dalam proses hukum terkait aset yang diduga terkait dengan tindak pidana. Keputusan pengadilan nantinya akan menjadi preseden penting dalam penanganan kasus serupa di masa depan.

Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Ungkap Data Dana APBD yang Mengendap di Bank

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi pernyataan Purbaya, mantan pejabat pemerintah, yang menyebutkan bahwa dana APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 4,1 triliun mengendap di bank. Dedi menantang Purbaya untuk membuktikan klaim tersebut dengan membuka data yang dimaksud.

Dedi menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah adalah prioritas pemerintahannya. Ia menambahkan bahwa jika ada dana yang tidak digunakan secara optimal, pihaknya siap untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

Sementara itu, Purbaya belum memberikan tanggapan resmi terkait tantangan tersebut. Namun, pernyataan sebelumnya yang menyebutkan adanya dana mengendap di bank telah memicu diskusi publik mengenai efisiensi penggunaan anggaran daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.

Hati-hati, Penggunaan Steroid Jangka Panjang pada Anak Berisiko Rusak Tulang

Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang pada anak-anak dapat menimbulkan berbagai efek samping serius, terutama pada kesehatan tulang. Steroid, seperti prednisone, methylprednisolone, dan dexamethasone, sering digunakan untuk mengatasi kondisi medis tertentu, namun penggunaannya harus diawasi dengan ketat.

Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, dr. Frida Soesanti, SpA(K), PhD, mengingatkan bahwa penggunaan steroid yang tidak tepat dapat menyebabkan osteoporosis, yaitu kondisi tulang rapuh yang mudah patah. Hal ini disebabkan oleh penghambatan pembentukan tulang dan peningkatan resorpsi tulang akibat penggunaan steroid jangka panjang.

Selain osteoporosis, penggunaan steroid pada anak juga dapat menghambat pertumbuhan tulang, menyebabkan sindrom Cushing, dan meningkatkan risiko diabetes serta katarak. Penghentian mendadak obat steroid setelah penggunaan jangka panjang juga dapat berisiko tinggi, menyebabkan insufisiensi adrenal, yaitu kondisi tubuh tidak dapat merespons dengan baik terhadap stres atau penyakit.

Penting bagi orang tua untuk tidak menyalahgunakan steroid untuk tujuan non-medis, seperti menambah berat badan anak secara instan. Steroid harus digunakan sesuai indikasi medis yang jelas dan di bawah pengawasan dokter. Jika anak memerlukan pengobatan steroid, dosis dan durasi penggunaan harus ditentukan oleh tenaga medis profesional.

Untuk menjaga kesehatan tulang anak, penting untuk memastikan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, serta melakukan aktivitas fisik yang mendukung pembentukan tulang yang sehat. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan steroid dan dampaknya terhadap kesehatan tulang anak.

Rayuan untuk ASEAN: Peluang Kawin‑Tangan Lima Wakil di Piala Asia Futsal 2026 Semakin Menguat

Jakarta – Ajang Piala Asia Futsal 2026 yang bakal digelar di Indonesia turut membuka jendela peluang yang makin terbuka bagi negara‑negara kawasan ASEAN untuk mengirimkan wakilnya ke kompetisi tertinggi futsal Asia. Meski belum semua tiket terisi, perhitungan cepat menunjukkan bahwa kawasan ASEAN bisa mengirim lima tim atau lebih ke putaran final turnamen ini.

Sebagai tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia otomatis mendapatkan satu slot. Sementara itu, babak kualifikasi telah berjalan dan hingga per tahap sudah ada negara‑negara ASEAN yang memastikan satu tempat — seperti Timnas Futsal Malaysia yang lolos melalui jalur runner‑up terbaik.

Dengan format 16 tim di putaran final (1 tuan rumah plus 15 tim yang lolos dari kualifikasi) menurut sistem 8 juara grup + 7 runner‑up terbaik, peluang bagi negara–negara ASEAN semakin terbuka lebar.

Mengapa lima wakil ASEAN sangat realistis? Berikut alasannya:

  • Sudah ada satu negara ASEAN (Indonesia) sebagai tuan rumah dan ikut otomatis.
  • Setidak‑nya satu negara ASEAN (Malaysia) telah lolos dari kualifikasi.
  • Beberapa negara ASEAN lain memiliki tradisi kuat futsal dan masih dalam persaingan di grup kualifikasi.
  • Dengan 15 slot tersisa dari berbagai zona Asia, dan sistem multi‑slot akan memungkinkan runner‑up dari ASEAN maupun juara grup dari zona lain—ASEAN bisa memanfaatkan quota tersebut.
  • Kesempatan untuk lima wakil ASEAN bukanlah sekadar prediksi: jika empat negara ASEAN lolos dari kualifikasi plus tuan rumah Indonesia, maka angka lima tercapai.

For contoh, negara seperti Timnas Futsal Thailand atau Timnas Futsal Vietnam yang memiliki rekam jejak bagus bisa memanfaatkan peluang ini — jika lolos, maka ASEAN bisa benar‑benar mengirim lima eller bahkan lebih.

Yang menarik, momentum ini jadi kesempatan bagi ASEAN untuk memperkuat posisi di tingkat Asia, sekaligus memanfaatkan status Indonesia sebagai tuan rumah untuk mengangkat level kompetisi kawasan. Federasi futsal di masing‑masing negara ASEAN pun diharapkan bisa memaksimalkan situasi ini dengan persiapan matang agar lolos dan bersaing di putaran final.

Dengan kata lain: kawasan ASEAN sedang berada di ujung peluang besar. Lima tiket ke Piala Asia Futsal 2026 bukan sekadar target — tapi bisa menjadi kenyataan bila tiap negara mengerahkan kekuatan maksimal.

KPK Tegaskan Tak Tunggu Arahan Mahfud Usut Dugaan Korupsi WHOOSH

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menunggu arahan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk mengusut dugaan korupsi dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, WHOOSH.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus-kasus korupsi yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, KPK tidak memerlukan instruksi dari pihak manapun untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah akan menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek WHOOSH sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Namun, KPK menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara independen dan profesional, tanpa dipengaruhi oleh faktor eksternal.

KPK juga mengingatkan bahwa dalam kasus-kasus besar yang melibatkan proyek strategis nasional, pengawasan dan penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang dan kerugian negara.

Dengan demikian, KPK memastikan bahwa upaya pemberantasan korupsi akan terus dilakukan tanpa terkendala oleh faktor apapun, demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Nasib Pemulangan Reynhard Sinaga ke Indonesia Masih Belum Jelas

JAKARTA – Nasib pemulangan Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia yang dihukum seumur hidup di Inggris atas kasus pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris, hingga kini masih belum jelas. Meski telah menjalani proses hukum di Inggris, belum ada informasi resmi mengenai rencana pemulangan Sinaga ke Indonesia.

Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait status pemulangan Sinaga. Sementara itu, keluarga Sinaga di Indonesia juga belum memberikan pernyataan terkait hal ini.

Sinaga dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester pada 2020 setelah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap lebih dari 40 pria di Inggris. Kasus ini menjadi salah satu kasus pemerkosaan terbesar yang pernah terjadi di Inggris.

Pihak berwenang di Inggris menyatakan bahwa mereka akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Indonesia terkait pemulangan Sinaga. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Masyarakat Indonesia masih menunggu kepastian mengenai nasib pemulangan Sinaga dan apakah ia akan menjalani sisa hukumannya di Indonesia atau tetap berada di Inggris.