Polri Sita Rumah dan Mobil Tersangka Korupsi BUMD Riau dengan Kerugian Rp 33 Miliar

Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Bareskrim Polri menyita sejumlah aset milik dua tersangka kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Langgak periode 2010-2015. Aset yang disita terdiri dari mobil hingga rumah.

Kedua tersangka adalah Direktur Utama PT SPR periode 2010-2015 Rahman Akil dan Direktur Keuangan PT SPR periode 2010-2015 Debby Riauma Sary. Mereka merupakan pemegang otorisasi keuangan atas BUMD Riau tersebut.

“Penyidik juga telah melakukan upaya tracing dan asset recovery (melacak dan memulihkan aset). Pertama, menyita uang dengan jumlah total sebesar Rp 5,4 miliar,” kata Wadir Penindakan Kortas Tipikor Polri Kombes Bhakti Eri Nurmansyah dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Terkait itu, penyidik juga memblokir 12 aset tidak bergerak dan aset bergerak milik tersangka serta keluarganya. Seluruh aset itu ditaksir bernilai hingga Rp 50 miliar.

Berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tindakan tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 33.296.257.959 dan USD 3.000, yang apabila dikurskan sekitar Rp 49,6 juta.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Warga Bekasi Mendesak Pengerukan Kali Bekasi Antisipasi Banjir

BEKASI – Warga Kota Bekasi mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pengerukan Kali Bekasi guna mengantisipasi potensi banjir. Permintaan ini muncul seiring dengan penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemkot Bekasi, yang berlaku hingga akhir Agustus 2025, sebagai respons terhadap potensi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.

Menurut warga, sedimentasi yang terjadi di Kali Bekasi menyebabkan penyempitan aliran sungai, sehingga air mudah meluap saat hujan deras. Hal ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, seperti yang terjadi di Kelurahan Margahayu pada Juli 2025, di mana luapan Kali Bekasi merendam 70 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Warga berharap agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai, termasuk pengerukan dan perbaikan tanggul, untuk mencegah terjadinya banjir serupa di masa mendatang. Selain itu, mereka juga meminta agar dilakukan pemantauan rutin terhadap kondisi Kali Bekasi untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat menghambat aliran air.

Pemerintah Kota Bekasi diharapkan dapat segera merespons permintaan warga dengan melakukan langkah-langkah konkret dalam penanganan Kali Bekasi, guna mengurangi risiko bencana banjir yang dapat merugikan masyarakat.

Gigi Ompong Bisa Jadi Tanda Kondisi Kesehatan Tubuh

Jakarta – Kehilangan gigi permanen atau gigi ompong tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga bisa menjadi indikator penting terhadap kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menurut dr. Rizzky Anugerah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, pencabutan gigi, termasuk gigi bungsu dan impaksi, ditanggung oleh BPJS Kesehatan jika sesuai dengan indikasi medis yang diberikan oleh dokter pemeriksa. Namun, kehilangan gigi permanen pada orang dewasa dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gigi copot pada orang dewasa antara lain penyakit gusi, diabetes, osteoporosis, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, faktor gaya hidup seperti merokok dan kebiasaan menggertakkan gigi juga dapat meningkatkan risiko kehilangan gigi.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi dengan menyikat gigi secara teratur, menghindari merokok, dan menjalani pemeriksaan gigi secara rutin. Jika mengalami kehilangan gigi permanen, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

DPRD DKI Dorong Pemprov Wajibkan Ekskul Bahasa Asing di Sekolah

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan sekolah-sekolah di wilayahnya untuk menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) bahasa asing. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing siswa sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Menurut anggota DPRD DKI Jakarta, kegiatan ekstrakurikuler bahasa asing dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan komunikasi dalam bahasa internasional, yang semakin penting di era globalisasi. Dengan adanya ekskul ini, diharapkan siswa tidak hanya menguasai teori bahasa, tetapi juga dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat segera merespons usulan ini dengan merumuskan kebijakan yang mendukung implementasi ekstrakurikuler bahasa asing di sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di ibu kota.

Pakar Kesehatan: Uji Kualitas Air untuk Masak MBG Lebih Penting daripada Jenis Air

Jakarta – Pakar kesehatan Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya pengujian kualitas air yang digunakan untuk memasak menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keamanan air harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar memilih antara air galon atau bukan.

Tjandra, yang juga akademisi Universitas YARSI, menjelaskan bahwa air yang digunakan dalam proses memasak harus bebas dari kontaminan berbahaya seperti bakteri E. coli dan zat kimia berbahaya lainnya. Ia menambahkan bahwa meskipun air galon umumnya telah melalui proses penyaringan, tidak ada jaminan bahwa sumber airnya selalu aman, terutama di daerah dengan kualitas air baku yang kurang baik.

“Yang paling ideal adalah airnya itu dites. Air galon atau air apapun juga airnya itu dites, apakah air itu ada kandungan bahan berbahaya ada kandungan bakteri E. coli, itu yang paling ideal,” ujar Tjandra setelah mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).

Ia juga menekankan bahwa beberapa daerah memiliki kualitas air sumur yang baik dan layak digunakan untuk memasak, asalkan telah melalui proses pengujian yang memadai. “Bukan masalah (air) galon, kalau air dari mana pun kalau hasilnya bagus ya oke-oke aja,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menginstruksikan agar seluruh SPPG menggunakan air galon untuk memasak MBG. Ia menyebutkan bahwa penggunaan air galon yang telah bersertifikat dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan akibat kualitas air yang buruk.

Namun, Tjandra menegaskan bahwa fokus utama harus pada pengujian kualitas air, bukan pada jenis air yang digunakan. Ia berharap agar kebijakan yang diambil dapat memastikan bahwa air yang digunakan dalam memasak MBG aman dan tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Santri Ar-Rohmah Dau Berprestasi di Arena Basket Nasional

Di tengah kesibukan rutinitas pesantren, santri Pondok Pesantren Ar-Rohmah Dau, Malang, menunjukkan prestasi gemilang di dunia olahraga basket. Mereka berhasil menembus kompetisi basket tingkat nasional, membuktikan bahwa dedikasi dan disiplin di pesantren tidak menghalangi untuk berprestasi di bidang lain.

Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi pesantren, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa pendidikan agama dan olahraga dapat berjalan seiring, menghasilkan individu yang berprestasi secara holistik.

Lewat Prolanis, BPJS Kesehatan Tekan Beban Biaya Penyakit Kronis

Jakarta – Dengan semakin meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM), BPJS Kesehatan meluncurkan kembali program unggulannya, Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis), sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup peserta dan meredam beban pembiayaan layanan kesehatan.

Direktur Pelayanan Jaminan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, menyatakan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat — seperti pola makan tak sehat, kurang aktivitas fisik, dan terbiasa datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit — telah mendorong angka penyakit kronis melonjak. Ia mengutip data hingga 2024, bahwa dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat sekitar 20,5 juta terdiagnosis hipertensi dan 7,4 juta menderita diabetes. Total pembiayaan untuk kedua kelompok penyakit itu mencapai sekitar Rp 30,5 triliun, yang juga meliputi penanganan komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung.

Dalam acara talkshow bertajuk “Sehat Bersama Prolanis” yang digelar pada 20 Oktober 2025, Lily menjelaskan bahwa sejak penerapan Prolanis, hingga Agustus 2025 telah tercatat lebih dari 4,8 juta peserta yang aktif — terdiri atas 3,3 juta pada hipertensi dan 2,1 juta pada diabetes. Program ini tidak hanya bertumpu pada pengobatan rutin, tetapi juga membangun layanan proaktif dan terintegrasi: konsultasi langsung ataupun via telemedicine, pengambilan obat bulanan, pemeriksaan penunjang seperti tekanan darah, gula darah, HbA1c, kolesterol dan fungsi ginjal, serta edukasi melalui kegiatan fisik dan klub peserta.

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, juga menyambut langkah ini sebagai bagian penting dari strategi promotif‑preventif. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Siti Nadia Tarmidzi, keberhasilan pengendalian penyakit kronis sangat bergantung pada deteksi dini melalui skrining kesehatan gratis di fasilitas primer, serta perubahan perilaku masyarakat agar tidak hanya berobat ketika sakit.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada perlunya pengembangan Prolanis agar mencakup spektrum penyakit kronis yang lebih luas, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hepatitis, hingga kanker. Sebagaimana disampaikan oleh anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahesa Paranadipa Maikel — program ini sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang dalam sistem JKN agar peserta tetap produktif dan biaya layanan tidak makin membengkak akibat penyakit lanjutan.

Dari sisi fasilitas kesehatan, Klinik Cahaya Kebagusan yang telah menjalankan Prolanis sejak 2015 mengungkap tantangan nyata: bagaimana mengajak peserta agar tidak hanya terdaftar, tetapi aktif mengikuti program. Kepala klinik, Grace Maria Kendek Allo, menyebut bahwa inovasi seperti senam kelompok dengan hadiah dan kegiatan outing antar peserta menjadi salah satu cara agar keterlibatan meningkat dan pengelolaan penyakit dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi pendekatan medis, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor — dari pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga komunitas peserta — diharapkan Prolanis dapat menjadi pemutus tren penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup jutaan peserta JKN di Indonesia.

Semangat Juang Atlet Jember Dapat Sorotan dan Apresiasi Pemkab

Pemkab Jember memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Jember yang telah berjuang pada ajang Porprov Jatim IX 2025. Meskipun target peringkat 10 besar belum tercapai, perjuangan tim kabupaten ini dinilai luar biasa.

Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari rangking akhir, tetapi dari semangat, disiplin, dan perjuangan yang ditunjukkan para atlet. “Walaupun Porprov kemarin kita belum masuk sepuluh besar, tapi perjuangan para atlet luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan penyerahan penghargaan tersebut, Pemkab menyiapkan bonus yang dianggap terbesar di Jawa Timur untuk kategori atlet berprestasi: medali emas mendapatkan Rp 50 juta ditambah beasiswa pendidikan, medali perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta.

Fawait juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar memberikan bonus materi, tetapi sebagai bagian dari visi “Jember Baru, Jember Maju” yang menyertakan pembinaan olahraga sebagai pilar pengembangan daerah. Atlet‑atlet menjadi “wajah” dari semangat tersebut.

Ke depan, pemerintah daerah juga menyatakan akan memperkuat ekosistem olahraga melalui fasilitas penunjang dan program rutin seperti senam dan jalan sehat massal di kawasan Jember Sport Garden (JSG), yang terbuka untuk ASN, PPPK, dan masyarakat umum. Hal ini diharapkan membudayakan hidup sehat sekaligus mencetak bibit atlet masa depan.

Dengan langkah‑langkah tersebut, Pemkab Jember berharap bahwa atlet‑atlet Jember tidak hanya berhenti di ajang provinsi, tetapi terus berproses menuju tingkat nasional atau bahkan internasional. “Kita ingin melahirkan atlet unggul yang membawa nama Jember,” kata Fawait.

Walaupun capaian medali kontingen Jember saat ini belum memenuhi target memasuki 10 besar, semangat, motivasi, dan dukungan nyata dari pemerintah daerah menjadi modal utama untuk pembenahan menuju kuartal berikutnya.

Jantung Berdebar di Malam Hari: Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Mengalami jantung berdebar atau palpitasi di malam hari adalah keluhan yang cukup umum. Meskipun sering kali tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, atau pusing.

🧠 Penyebab Jantung Berdebar di Malam Hari

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan jantung berdebar di malam hari antara lain:

  • Stres atau Kecemasan: Kekhawatiran atau pikiran yang mengganggu dapat meningkatkan produksi hormon stres, yang mempengaruhi detak jantung.
  • Konsumsi Kafein atau Alkohol: Minuman berkafein atau beralkohol dapat merangsang jantung, menyebabkan detak jantung meningkat.
  • Kondisi Medis Tertentu: Gangguan irama jantung (aritmia), anemia, atau hipertiroidisme dapat mempengaruhi detak jantung.

🛠️ Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Jika Anda atau seseorang mengalami jantung berdebar di malam hari, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan kondisi tersebut:

  1. Tenangkan Diri: Cobalah untuk duduk atau berbaring dengan nyaman, dan tarik napas dalam-dalam untuk membantu menenangkan sistem saraf.
  2. Hindari Stimulasi: Jauhkan diri dari sumber stres, suara keras, atau cahaya terang yang dapat memperburuk kondisi.
  3. Minum Air Putih: Dehidrasi dapat mempengaruhi fungsi jantung, jadi pastikan tubuh cukup cairan.
  4. Hindari Konsumsi Kafein atau Alkohol: Kedua zat ini dapat meningkatkan detak jantung, jadi sebaiknya dihindari sebelum tidur.
  5. Periksa Obat-obatan yang Dikonsumsi: Beberapa obat dapat mempengaruhi detak jantung, jadi pastikan untuk memeriksa efek sampingnya.

🚨 Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera hubungi tenaga medis jika jantung berdebar disertai dengan gejala berikut:

  • Nyeri dada atau tekanan di dada.
  • Sesak napas.
  • Pusing atau pingsan.
  • Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur.

Penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis, karena gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Projo Apresiasi Progres Program MBG dan Sekolah Rakyat

🗓️ Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Projo Soroti Progres MBG dan Sekolah Rakyat

Pada 20 Oktober 2025, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun. Menyambut momen tersebut, relawan Projo menilai sejumlah program unggulan pemerintah telah menunjukkan progres signifikan.

🍽️ Makan Bergizi Gratis (MBG): Perbaikan dan Penyempurnaan

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa program MBG terus berjalan dengan perbaikan signifikan. Pemerintah telah melakukan perbaikan tata kelola serta penyesuaian sasaran agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang sangat membutuhkan .

🎓 Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan untuk Semua

Program Sekolah Rakyat juga dinilai berguna untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan kepada masyarakat. Projo menekankan pentingnya program ini dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia .

💪 Komitmen Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan

Budi Arie menegaskan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan geopolitik global, pemerintahan Prabowo-Gibran tetap berkomitmen untuk berjuang demi kepentingan rakyat. Projo berharap program-program ini terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat .