Anti-Hoax Partai Demokrat Pecahkan Rekor MURI Di Lombok

Mataram,GeoSiar.com – Partai Demokrat berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori peserta terbanyak dalam penandatangan anti-hoax di Kota Mataram, NTB, pada banner bertuliskan “Stop Hoax dan Fitnah Mari Kita Dukung Pers Yang Merdeka, Adil, dan Bertanggung Jawab”. Puluhan ribuan warga NTB, terutama yang berada di Kota Mataram di arena Car Free Day di sepanjang Jalan Udayana untuk mengikuti jalan sehat yang digelar sebagai salah satu rangkaian acara rapat kerja nasional (Rakernas) Partai Demokrat.

Kepadatan di sejumlah ruas jalan, mulai dari Lapangan Sangkareang, Islamic Center, hingga Jalan Udayana sudah terlihat sejak pagi hari.

“Ini ada 9.705 peserta yang menandatangani anti-hoax, menumbangkan rekor yang sebelumnya dipegang Samarinda dengan 3.000 peserta,” ujar perwakilan MURI menyampaikan pemecahan rekor tersebut di Monumen Bumi Gora, Mataram, NTB.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, pemecahan rekor MURI yang diinisiasi Partai Demokrat dipersembahkan untuk kebebasan pers yang merdeka, adil, dan bertanggung jawab. “Ini rekor MURI untuk masyarakat NTB dan Tuan Guru kesayangan kita, sampai jumpa dalam rekor-rekor lain di NTB,” kata Hinca.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Sekjen Hinca IP Pandjaitan, AHY serta pengurus DPP-PD, Ketua dan Sekretaris DPD dan DPC seluruh Indonesia, Anggota Fraksi DPR-RI, DPRD Provinsi, Pengurus DPD PD Sumut diantaranya Ketua DPD PD Sumut JR Saragih, Wakil Bendahara PD Demokrat Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM, serta pengurus lainnya, DPRD Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Spanduk Raksasa

Satu acara fenomenalnya, bertepatan dengan car free day di Kota Mataram, Demokrat dan AHY membentangkan spanduk raksasa bertema “Demokrat Menolak Hoax dan Fitnah”.
Acara ini adalah gagasan Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono. Eksekusinya langsung dipimpin Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca IP Pandjaitan XIII.

Mengingat pentingnya rangkaian acara Rakernas Demokrat (termasuk membentangkan spanduk raksasa melawan hoax dan fitnah), Hinca Pandjaitan telah turun di NTB sejak seminggu lalu. Ia memimpin dan mengarahkan secara langsung ribuan kader utama Demokrat yang datang dari seluruh Indonesia.

Bagi Hinca Pandjaitan, bentangan spanduk raksasa tersebut adalah cara Partai Demokrat dan AHY mengajak masyarakat se- Mataram dan NTB untuk melawan hoax dan fitnah dengan cara membubuhkan tandatangan. Ini adalah perlawanan dahsyat terhadap hoax-fitnah karena ribuan penandatanganan bermuara pada pecahnya rekor di Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Deputy Manajer MURI, yang ditemani Yuli Astuti, Representatif MURI, Ariyani Siregar menjelaskan, agar bisa masuk MURI, ada satu dari empat kriteria yang harus dipenuhi yakni “yang pertama kali”, “yang paling”, “yang unik”, dan “yang langka”.

Perang terhadap hoax-fitnah yang dilakukan Demokrat dan AHY masuk dalam kriteria “Yang Paling Banyak Pesertanya”. MURI memang mengasumsikan ada 5 hingga 10 ribu masyarakat yang menandatangani spanduk perang pada hoax-fitnah.

Saat ini Rekor Perang terhadap Hoax-Fitnah dipegang “Deklarasi anti-Hoax dan Fitnah” yang melibatkan 3 ribu peserta di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada 22 April 2017. Syarat pecahnya rekor tersebut, perang atas hoax-fitnah yang digagas Demokrat dan AHY harus ditandatangani sedikitnya 3.300 orang (minimal 10 persen lebih besar dari rekor sebelumnya).

“Bagi MURI, hoax dan fitnah sangat luar biasa merusak peradaban. Informasi yang tidak benar bisa menghancurkan tatanan masyarakat dan merusak masa depan seseorang. Wajar jika MURI mendukung sepenuhnya perang melawan kejahatan itu,” Ariyani menyampaikan dengan tegas.

Ariyani berpandangan, kita tidak bisa berharap masyarakat mampu memfilter dirinya sendiri. Sebab fitnah dan hoax yang disampaikan terus-menerus bisa membuat masyarakat percaya bahwa itu benar. Meski masyarakat akan semakin cerdas, tetapi perang pada hoax dan fitnah harus terus dilakukan. Lagipula penandatanganan spanduk ini adalah cara cerdas mendidik masyarakat agar semakin memahami bahwa hoax dan fitnah sangat merusak peradaban.

Ariyani dan Yuli sangat mengapresiasi langkah cerdas Demokrat dan AHY yang memilih memerangi hoax dan fitnah lewat cara-cara beradab. Sebagai misal, meski menjadi korban hoax dan fitnah yang bahkan teramat kasar, AHY tidak melakukan perlawanan emosionil. AHY yang masih muda menunjukkan kematangan tinggi. Ia melakukan perlawanan dahsyat tetapi sangat dewasa.

SBY dan Sikap Pada Rakernas Demokrat 2017: Jangan Tinggalkan Rakyat

Mataram,GeoSiar.com – Partai Demokrat adalah salah satu dari sedikit partai dengan kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan di Negara Republik Indonesia dan bahkan menjadi salah satu poros utama perpolitikan nasional. Partai Demokrat adalah Partai besar sejak berdiri. 2004 hingga 2014, Partai Demokrat adalah Partai yang memimpin negara ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Partai Demokrat adalah Partai yang menjadi kiblat perpolitikan nasional dengan Ketua Umumnya Susilo Bambang Yudhoyono yang suka disapa SBY yang juga sekaligus Presiden RI ke 6 yang memimpin selama 10 tahun dan sukses menghantarkan pertumbuhan ekonomi serta melunasi hutang negara ini di IMF.

Rakernas Partai Demokrat kali ini di gelar di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kota berjuluk Seribu Mesjid, Provinsi yang pertumbuhan ekonominya salah satu tertinggi dari provinsi lain, provinsi yang dipimpin oleh kader Partai Demokrat Tuan Guru Bajang atau Muhammad Zainul Majdi.

Rakernas adalah sarana penting bagi Partai untuk merumuskan rencana dan kegiatan serta strategi politik untuk mewujudkan cinta-cita Partai. Lombok Mataram sebagai kota Seribu Mesjid diharapkan akan semakin meningkat perekonomiannya atas kegiatan Kerja Politik Partai Demokrat, dan doa serta harapan Partai Demokrat akan berkumandang dari surau, mesjid, gereja, kuil dan pura dari kota Lombok Mataram sehingga menjadikan restu dari Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu, Thema besar Rakernas, rapatkan barisan, gerakkan mesin partai menuju kemenangan pilkada 2018 dan pemilu 2019 terwujud sebagai berkah kepada rakyat dan kepada Partai.

Acara yang dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Sekjen Hinca IP Pandjaitan, AHY, juga turut hadir pengurus DPP-PD, Ketua dan Sekretaris DPD dan DPC seluruh Indonesia, Anggota Fraksi DPR-RI, DPRD Provinsi, Pengurus DPD PD Sumut diantaranya Ketua DPD PD Sumut JR Saragih, Wakil Bendahara PD Demokrat Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM, serta pengurus lainnya, DPRD Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Jangan Tinggalkan Rakyat

Dalam sambutannya Ketua Umum Partai Demokrat SBY, menyampaikan pesan-pesan seorang negarawan, pesan seorang pemimpin dan bukan sekedar pesan politik oleh seorang politisi, namun sungguh pesan yang sarat kebijaksanaan, tidak berpihak sembarangan, tidak menyalahkan secara asal, namun memilih jalan tengah yang berkeadilan secara nurani dan prinsip demi bangsa dan negara, terutama demi dan untuk rakyat.

Tugas dan perjuangan Partai 2 tahun kedepan ada Dua, Pertama adalah meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, menyerap aspirasi rakyat dan berjuang mewujudkannya, perduli terhadap permasalahan rakyat dan menjadi solusi atas masalah tersebut serta jangan biarkan rakyat kehilangan kepercayaannya karena mereka merasa tidak ada yang mendengar dan peduli. Kedua adalah Kita berjuang sekuat tenaga untuk menenangkan pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2018. Begitulah SBY berpesan kepada para Kader Demokrat yang memenui ruang ball room hotel Lombok Raya di Mataram.

Pesan negarawan karena mengedepankan rakyat diatas segala perjuangan menjadi solusi bagi rakyat baru kemudian bicara tentang kemenangan pilkada dan pemilu. Andai SBY hanya seorang politisi, dapat dipastikan yang menjadi pesan utama adalah kemenangan pemilu baru kemudian bicara tentang masalah rakyat. Itulah sesungguhnya SBY dan Demokrat, selalu berpikir, bertindak dan berbuat dengan mengutamakan rakyat bukan sekedar menang-menangan dalam pemilu.

Kesimpulan Partai Demokrat

Partai Demokrat meski saat ini sedang berada jauh dari Jakarta, namun Partai Demokrat terus mengikuti dan mencermati perkembangan dan situasi di negeri tercinta Indonesia. Demokrat terus memantau situasi politik, ekonomi, keamanan maupun situasi penegakan hukum dan keadilan.

Dari pengamatan, pencermatan dan analisis kritis yang Partai Demokrat lakukan, yang berkaitan dengan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat, maka Partai Demokrat mengambil 2 kesimpulan utama.

Pertama, Kehidupan berbangsa masih berjalan ke arah yang benar. Kedua, berbagai permasalahan dan tantangan terhadap kehidupan bernegara diperlukan keperdulian, tanggung jawab dan kepemimpinan para penyelenggara negara dan segenap komponen bangsa lain. Demikian SBY menyampaikan menyampaikan dalam pidato Pembukaan Rakernas Partai Demokrat 2017.

Partai Demokrat meyakini bahwa semua anak bangsa mencintai negara ini, mencintai NKRI tanpa syarat dan semua kita pasti mencintai persatuan, kerukunan dan kebhinekaan. Partai Demokrat dan SBY juga melihat bahwa sungguhpun arah bernegara masih menuju arah yang benar, ada sejumlah hal yang berkaitan dengan nilai semangat dan konsensus yang menjadi sendi-sendi kehidupan bernegara yang harus dijaga baik-baik, karena ada tantangan besar didalamnya. Maka itu pemimpin harus mengambil tanggung jawab penuh, mengajak semua pemimpin dan tokoh bangsa serta masyarakat lainnya untuk bersatu, dan menghilangkan jarak dan tidak boleh ada yang dimarjinalkan.

Harapan dan Rekomendasi

Partai Demokrat melihat persatuan, kerukunan dan kebinekaan adalah sendi kehidupan berbangsa yang harus dijaga. Pilkada Jakarta yang sudah usai tampaknya menjadikan elit dan akar rumput dibawah terpecah.

Ini tidak baik, perpecahan bukanlah salah satu nilai konsensus kita berbangsa, perpecahan ini harus dikelola dan diatasi secara sangat serius. Jangan ada yang cepat memvonis pihak mana yang pro kebinekaan dan NKRI serta pihak mana yang anti kebinekaan dan anti NKRI. Demikian SBY menyampaikan dalam pidato sambutannya dalam Rakernas Demokrat 2017.

Selayaknyalah semua duduk bersama, saling menghargai pihak-pihak yang berbeda. Bangsa ini adalah milik bersama, bangsa ini bukan milik sekelompok saja, maka sudah sepatutnya yamg berkuasa juga mengajak semua pihak untuk sama-sama menyelesaikan masalah bangsa.

Terkait Demokrasi, Partai Demokrat dan SBY berharap bahwa semua kintestasi Pilkada maupun pemilu akan berlangsung dalam tataran etika fair play. Demokrasi adalah pilihan kita, memang Demokrasi kita belum sempurna, maka kita harus terus menyempurnakannya dari waktu ke waktu. Salah satu nafas Demokrasi kita adalah kebebasan, maka kebebasan itu jangan dimandulkan meski kebebasan tidak boleh kebablasan, tanpa etika dan tanpa tangung jawab. Netralitas negara dituntut dalam demokrasi, alat negara tidak boleh berpihak karena sejarah demokrasi akan tercoreng jika BIN, TNI dan POLRI tidak netral. Demikian pernyataan SBY yang saya kutip dari pidato sambutannya dalam Rakernas Partai Demokrat 2017.

Tentang penegakan hukum dan keadilan. Partai Demokrat dan SBY juga berpendapat bahwa keadilan dan kemakmuran haruslah dibaca satu nafas, satu jiwa. Tidak boleh ada yang membirkan atau turut menyuburkan tumbuhnya ketidak adilan di negara ini. Demokrat mendukung pemerintah mengatasi ketimpangan sosial, Demokrat mendukung penegakan hukum yang adil, obyektif dan tidak tebang pilih. Demokrat juga mendukung KPK untuk terus memberantas korupsi. Demokrat mendukung semua penegak hukum untuk menegakkan hukum kebenaran. Demikian SBY menyampaikan dalam pidatonya pada pembukasn Rakernas Partai Demokrat 2017.

Demokrat Tolak Hak Angket

Bagi Demokrat, pengambilan sikap DPR yang ingin melakukan Hak Angket terhadap KPK adalah sarat agenda politik. Hak angket tersebut bisa mengganggu tugas-tugas KPK dalam menegakkan hukum serta memberantas korupsi, khususnya terhadap kasus EKTP yang sedang bergulir dan terus menambah daftar tersangka di KPK. Sepertinya ada niat sikap pribadi yang dipaksakan menjadi sikap lembaga. Ini berbahaya jika orang berkuasa melembagakan sikap politik pribadi atau kelompoknya.

Mencermati latar belakang dan arah angket terhadap KPK, Demokrat tidak ikut bertanggung jawab dan tidak akan mengambil bagian dalam angket tersebut dengan tidak akan mengirimkan perwakilan pada pansus hak angket tersebut. Begitulah SBY menyatakan penegasan sikapnya bahwa Demokrat akan berdiri bersama KPK, mendukung KPK dan DPR bisa melakukan koreksi terhadap KPK dengan cara lain dan bukan hak Angket.(PD/PU Geosiar.com)

Malam Budaya Warnai Rakernas Partai Demokrat SBY : Apapun Yang Disukai Rakyat Harus Dipahami Kader

Mataram,GeoSiar.com

Malam Budaya Bersama Partai Demokrat, bagian dari rangkaian Rapat kerja Nasional (Rakernas), digelar di halaman Hotel Lombok Garden, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu malam (7/5). Malam budaya ini bernuansa Nusantara bahkan para kader utama Partai Demokrat diwajibkan memakai baju khas dari daerahnya masing masing.

Pagelaran “Malam Budaya Bersama Partai Demokrat” menampilkan kebudayaan gandrung, kesenian perisaian, dan gendang beleq dari NTB. Ada pula cerita Mak Yong dari Kepulauan Riau dan nyanyian vokal group dari Manado, Sulawesi Utara.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang tampil dengan mengenakan pakaian khas Suku Sasak menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Provinsi NTB sebagai tuan rumah rakernas. Suatu hal yang sangat jarang terjadi.

“Pak SBY dan Ibu Ani, matur tampiasih (terima kasih). Bagi kami menjadi tuan rumah adalah satu kehormatan, yang bagi saya sebagai Ketua DPD, setiap kehormatan tentu ada tanggung jawab dan dipertanggungjawabkan,” ujar TGB.

TGB juga mengapresiasi rangkaian acara yang digelar Partai Demokrat selama hari ini. Menurut TGB, sambutan warga NTB, terutama di Kota Mataram menuai tanggapan positif. Rangkaian acara yang digelar Partai Demokrat juga menyampaikan kegundahan warga saat ini, yakni persoalan maraknya penyebaran hoax.
“Kegundahan tidak hanya di Jakarta. Media komunikasi sudah sangat terbuka maka ketegangan termasuk hoax dan fitnah juga sangat meresahkan kami di NTB,” ungkap TGB.

Dalam acara malam budaya bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat SBY menjelaskan bagaimana bangsa ini bisa mencapai Indonesia Emas 2045.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Sekjen Hinca IP Pandjaitan serta pengurus DPP-PD, Ketua dan Sekretaris DPD dan DPC seluruh Indonesia, Anggota Fraksi DPR-RI, DPRD Provinsi, Pengurus DPD PD Sumut diantaranya Ketua DPD PD Sumut JR Saragih, Wakil Bendahara PD Demokrat Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM, serta pengurus lainnya, DPRD Kabupaten/Kota dari Fraksi Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Seni Mak Yong

Pertunjukan Mak Yong itu memang bukan pertunjukan kesenian biasa. Kedua pemerannya, dalam suasana penuh humor, tengah bercerita tentang situasi Indonesia terkini.

Hal itulah yang ditangkap Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam “Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat” di panggung terbuka Hotel Lombok Garden, Mataram, Minggu malam (7/5/2017).
Dan, Presiden RI ke-6 (2004-2014) SBY didampingi Ibu Negara RI ke-6 Ani Yudhoyono menyampaikan pesan singkat tapi dahsyat kepada kader. SBY menyampaikan pesan bagaimana strategi memenangkan kompetisi politik, ketika didaulat memberi arahan pada kader seusai pertunjukan Mak Yong tersebut.

“Pertunjukan Mak Yong tadi memberikan inspirasi pada kita, untuk memenangkan pilkada, pileg, dan pilpres. Kita harus melakukan pendekatan yang disukai rakyat. Melakukan hal-hal yang memang dikenal dekat oleh rakyat. Bisa saja pendekatan itu berupa pertunjukan kesenian seperti Mak Yong atau ketoprak humor. Bisa juga melalui pendekatan olah raga yang disenangi rakyat,” demikian Mantan Kepala Negara tersebut mengawali pesan singkatnya.

SBY kemudian menjelaskan, apa pun yang disukai rakyat harus dipahami para kader. Sebab kalau rakyat suka, rakyat pasti menyapa kita. Kalau rakyat mendukung maka kita akan berhasil.
“Nah, kalau sudah berhasil ingatlah bahwa kita berasal dari rakyat dan harus kembali ke rakyat,” SBY memungkasi arahannya.

Senada dengan SBY, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca Pandjaitan kerap mengatakan, bahwa politik adalah seni. Mereka yang berpolitik mestilah memililki jiwa seni yang tinggi. Jadi berpolitiklah dengan rasa seni dan sastra yang tinggi. Baik melalui tulisan atau orasi serta medium medium lain yang menghentakkan.

Tentu kedua tokoh Partai Demokrat itu sedang sangat serius. Pertunjukan Mak Yong yang dimainkan kader utama Demokrat, pasangan suami-istri Husnizar Hood dan Peppy Chandra. Husnizar wakil rakyat di Provinsi Kepulauan Riau dan Peppy wakil rakyat Kota Tanjungpinang. Mereka beradu peran menampilkan komedi satire bercitarasa tinggi. Dalam sebuah adegan, pemeran Ratu Mak Yong (diperankan Peppy) meminta kepada Awang (diperankan Husnizar) agar menyebutkan lima nama ikan. Jika berhasil Awang mendapat sepeda. Tetapi ketika mampu menjawab kelimanya, Awang meminta mobil Esemka. Sebuah pertunjukan yang menggambarkan isu-isu politik aktual.

Adegan demi adegan itulah yang membuat hadirin kerap tertawa geli. Di antara hadirin adalah Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur NTB Zainul Mazdi atau Tuan Guru Bajang, Ketua FPD DPR-RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta para Petinggi DPP-PD.

Tentu saja Malam Budaya Nusantara bersama Partai Demokrat juga menampilkan beragam pertunjukan kesenian Nusantara lainnya. Pertunjukan kesenian yang menandakan Demokrat berpolitik penuh seni untuk memenangkan kompetisi politik.(PD/PU geosiar.com)