Timnas U-17 Indonesia Siap Buktikan Diri di Piala Dunia 2025

Jakarta — Setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia U‑17 2025, skuad Timnas U‑17 Indonesia kini menatap babak utama dengan tekad untuk “berbicara banyak” di panggung global. Asuhan pelatih Nova Arianto ini tidak sekadar ingin tampil, tetapi juga menunjukkan kapasitas kelompok usia muda Indonesia menghadapi kekuatan dunia.

Dalam proses pembinaan dan persiapan, tim muda ini telah melewati berbagai uji coba internasional yang sengaja dirancang untuk mengasah mental dan kemampuan menghadapi lawan tangguh. Ketua umum PSSI, Erick Thohir, pun memberi lampu hijau penuh, meminta para pemain menampilkan identitas bangsa di Qatar dan menjadikan ajang ini bukan sekadar pengalaman, tetapi batu loncatan.

Lolos ke Piala Dunia U-17 bukan hanya soal hadiah—itu adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembinaan usia muda di Indonesia mulai membuahkan hasil. Dengan format turnamen yang diperluas ke 48 tim, tekanan dan persaingan semakin tinggi. Meski demikian, Nova Arianto menegaskan bahwa aspek utama bukanlah hasil semata, melainkan bagaimana para pemain dapat berkembang, menikmati pengalaman, dan membawa nilai positif ke jenjang tim senior kelak.

Dengan demikian, Timnas U-17 Indonesia tidak hanya “ingin hadir”, melainkan siap “berbicara”—baik di lapangan dengan prestasi, maupun di ruang karir individu pemain yang bisa menembus liga-luar negeri. Momentum Piala Dunia U-17 2025 menjadi ujian sekaligus platform untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Wakil Ketua MPR: Empat Pilar Kebangsaan Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M. Hidayat Nur Wahid, menegaskan bahwa penerapan keempat pilar kebangsaan – yakni Pancasila, Undang‑Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika – menjadi fondasi krusial bagi bangsa Indonesia untuk menuju visi “Indonesia Emas 2045”.

Menurut Hidayat, warisan para pendiri bangsa melalui semangat dialog dan penerimaan dalam keberagaman menjadi kunci keberhasilan menjaga persatuan dan identitas nasional. Ia mengingatkan bahwa hal ini diperlukan saat ini guna memperkuat generasi muda (Gen Z) agar dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan jangka panjang.

Di kesempatan sosialisasi bersama pengurus dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, ia menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran vital dalam internalisasi pilar-pilar kebangsaan tersebut — utamanya karena politik menjadi saluran legitimasinya di dalam sistem ketatanegaraan setelah amandemen UUD 1945.

Dengan latar ini, Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat — mulai dari partai, organisasi masyarakat, kampus, hingga komunitas generasi muda — untuk secara intensif memahami serta mengamalkan keempat pilar tersebut. Ia meyakini bahwa persiapan matang hari ini adalah kunci agar Bonus Demografi yang dihadapi Indonesia dapat menjadi peluang, bukan beban, dalam mewujudkan Indonesia 2045 yang emas.